Breaking News:

Jual Minyak Goreng Murah, Pasutri di Depok Diduga Tipu Korbannya Hingga Rugi Miliaran Rupiah

Pasangan suami istri di Kota Depok diduga telah melakukan penipuan penjualan minyak goreng dengan harga yang cukup murah.

Tribun Manado
minyak goreng kemasan. Pasangan suami istri di Kota Depok diduga telah melakukan penipuan penjualan minyak goreng dengan harga yang cukup murah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pasangan suami istri di Kota Depok diduga telah melakukan penipuan penjualan minyak goreng dengan harga yang cukup murah.

Tak tanggung-tanggung, kerugian korban akibat ulah pasutri ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Satu dari sejumlah korbannya, Asih Rachmawati, mengatakan harga yang ditawarkan oleh terduga pelaku sangatlah murah di tengah melonjaknya harga minyak goreng.

Cara pembeliannya pun melalui sistem pre order (PO).

Tak heran, bila Asih tergiur dengan harga yang murah ini, hingga memesan dengan jumlah yang banyak untuk di tokonya, juga dijual kembali toko-toko yang lainnya.

Dikonfirmasi wartawan, Asih berujar proses transaksi berjalan lancar hingga ia melakukan delapan kali pemesanan.

Namun yang ke sembilan kalinya, minyak goreng pesanan Asih tak kunjung tiba hingga akhirnya ia pun membuat laporan ke Polres Metro Depok pada Kamis (18/11/2021) kemarin.

Baca juga: Harga Minyak Goreng dan Telur di Pasar Cimanggis Tangsel Meroket, Warga Menjerit

Baca juga: Harga Minyak Goreng Terus Meroket, Wagub Ariza: Semoga Tidak Ada Faktor Kesengajaan

"Tidak turun (datang) barangnya. Sedangkan saya pesan PO sudah masuk hingga bulan Desember. Uang masuk terus per tiga bulan jadi minyaknya PO-nya per 90 hari," kata Asih dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/11/2021).

"Saya kan agen ya, total kerugian saya sampai Rp 2 miliar. Di bawah saya ada toko-toko customer lagi," timpalnya.

Asih mengatakan, harga minyak goreng yang dijual oleh terduga pelaku sebesar Rp 110 ribu per krat.

Ia menyebut, nominal tersebut sangat murah dibandingkan harga pasaran yang mencapai Rp 200 ribu per kratnya.

Terakhir, Asih mengatakan iandan korban lainnya telah mendatangi kediaman pelaku di kawasan Pancoran Mas.

Namun demikian, yang bersangkutan sudah meninggalkan rumahnya dan diduga melarikan diri.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved