Pria ODGJ Bakar Pos Ormas di Bantar Gebang Bekasi, Ini Penjelasan Polisi

ODGJ diduga menjadi penyebab kebakaran sejumlah barang di pos ormas Pemuda Pancasila (PP) Ranting Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ilustrasi Garis polisi. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diduga menjadi penyebab kebakaran sejumlah barang di pos ormas Pemuda Pancasila (PP) Ranting Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diduga menjadi penyebab kebakaran sejumlah barang di pos ormas Pemuda Pancasila (PP) Ranting Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Pria ODGJ itu diduga sengaja membakar sejumlah barang yang berada di dalam pos ormas tersebut.

Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan kebakaran di pos ormas PP Kota Bekasi itu pada Kamis (18/11/2021) malam.

"Benar kejadian semalam. Hanya beberapa barang saja yang terbakar," kata Erna Ruswing Andari, Jumat (19/11/2021).

Erna mengungkapkan berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi bahwa kebakaran itu diketahui berawal ketika Salahudin (45) tengah melintas di sekitar lokasi.

Baca juga: Terjadi 4 Kebakaran dalam Sehari di Tangerang, Pabrik Helm Ludes Dilalap Si Jago Merah

Namun, ia melintas ada beberapa barang seperti kursi yang terlihat bekas terbakar.

"Bahan yang terbakar diantaranya kursi plastik, kursi kayu serta logo Ideologi lima sila dari bahan plastik telah habis terbakar yang menurut dugaan bahwa semua barang-barang tersebut dibakar secara sengaja," katanya.

Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran (Shutterstock)

Selanjutnya saksi pun melaporkan kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat jika pos ormas itu sempat disingahi oleh seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Diduga orang dengan gangguan kejiwaan itulah yang membakar beberapa barang di pos tersebut.

"Diduga dilakukan oleh seseorang yang dalam keadaan gangguan jiwa. Dimana informasinya seseorang itu sering berada disekitar lokasi, beristirahat di dalam pos tersebut," ujarnya.

Baca juga: Data Terbaru Kebakaran Hebat di Koja, 45 Rumah Hangus Dilalap Si Jago Merah

Saat ini, Polres Metro Bekasi Kota telah melakukan langkah komunikasi kepada pengurus ormas tersebut untuk mengantisipasi hal terjadinya pemicu konflik.

Sejauh ini Erna pun menyebut kondisi situasi di pos tersebut kondusif.

"Tentu langkah kami sudah berkomunikasi, dan meminta agar tetap menjaga situasi kondusif dengan mengurangi jumlah anggota PP dilokasi tersebut serta tidak melakukan hal-hal yang sifatnya dapat menimbulkan atau memicu konflik dengan pihak-pihak lain," ucapnya.

Peristiwa Lain

Sosok ODGJ Jadi Penyebab Kebakaran di Koja

Rumah kediaman Chandra di RT 01 RW 10 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dipasangi garis polisi.
Rumah kediaman Chandra di RT 01 RW 10 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dipasangi garis polisi. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Chandra (32), Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diduga menjadi penyebab kebakaran hebat di Koja dikenal sebagai sosok yang pemarah.

Ketua RT 12 RW 08 Kelurahan Koja, Darsita mengatakan, Chandra tak jarang membuat takut tetangganya karena sifatnya yang mudah tersinggung.

Bahkan, Chandra juga beberapa kali diketahui memukul ibundanya sendiri.

"Sosoknya cenderung temperamen, gampang tersinggung, cepat marah, sama mamanya saja berani mukul," kata Darsita di lokasi, Rabu (17/11/2021).

Pada saat kebakaran terjadi Selasa (16/11/2021) sore kemarin, ibunda Chandra tak berada di lokasi.

Dari apa yang didengar Darsita, ibunda ODGJ tersebut memutuskan tak tinggal lagi dengan Chandra semenjak adanya pemukulan.

"Ibunya saja, katanya lagi ya, ibunya lagi enggak pulang, karena takut sempat dipukul sama dia," kata Darsita.

Baca juga: 25 Rumah Hangus dalam Kebakaran Hebat di Belakang Pasar Sindang Koja

Chandra sendiri tinggal di RT 01 RW 10 Kelurahan Koja, yang berada satu lingkungan dengan warga di RT 12 RW 08 Kelurahan Koja, Jakarta Utara.

Kedua wilayah tersebut terbagi ke Jalan Fort Timur dan Jalan Lorong L.

Menurut Darsita, Chandra sempat bekerja sebagai petugas PPSU serta satpam rumah sakit.

Semenjak yang bersangkutan menganggur, temperamennya semakin sering terlihat.

"Banyak saksinya. Kita (warga) juga cemas," ucap Darsita.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rumah Chandra alias titik awal munculnya api sudah dipasangi garis polisi.

Kekinian, ada dua versi dari warga terkait ulah Chandra yang membuat kebakaran hebat kemarin terjadi.

Baca juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Permukiman Padat Penduduk di Belakang Pasar Sindang Koja

Versi pertama ialah di mana Chandra sempat cekcok dengan adiknya kemarin sore dan memainkan korek api untuk membakar rumahnya.

Chandra ini dari keterangan warga sering sekali mengancam orang tuanya dengan ngomong kalau 'rumah ini akan saya bakar'," kata Kapolsek Koja AKBP Abdul Rasyid di lokasi, Selasa malam kemarin.

"Bahkan kejadian awal, adiknya sempat dimarahi dan dicekik. Lalu dia main korek. Setelah koreknya dilepas, korek itu menimbulkan api," ucap Abdul.

Kemudian, versi lainnya ialah Chandra diduga membakar gorden rumahnya hingga api merembet dan menghanguskan puluhan rumah lainnya.

Data sementara pada papan informasi di lokasi pengungsian RPTRA Sindang Raya, kebakaran menghanguskan 45 rumah.

37 rumah yang diisi 400 jiwa dalam 79 KK ada di ilayah RT 012 RW 008 Kelurahan Koja.

Sementara delapan rumah lainnya yang juga terdampak kebakaran berada di RT 01 RW 10 Kelurahan Koja dengan jumlah jiwa 48 orang atau delapan KK. (TribunBekasi.com/TribunJakarta.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Pria Gangguan Jiwa Nekad Bakar Posko Ormas di Kota Bekasi, 

Sumber: Tribun bekasi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved