Cerita Kriminal

Cabuli Anak-anak di Penjaringan, Kakek Tukang Mainan Akhirnya Dibekuk Polisi di Rumahnya

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok membekuk Y (60), kakek penjual mainan pelaku pencabulan terhadap anak-anak di Penjaringan, Jakarta Utara.

Gerald Leonardo Agustino/ Tribun Jakarta
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok membekuk Y (60), kakek penjual mainan pelaku pencabulan di Penjaringan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok membekuk Y (60), kakek tukang mainan pelaku pencabulan terhadap anak-anak di Penjaringan, Jakarta Utara.

Y ditangkap pada Sabtu (20/11/2021) kemarin di kediamannya yang juga di wilayah Penjaringan.

"Kami telah identifikasi, ada satu tersangka atas nama Sayudi alias Yudi dan saat ini sudah kami tangkap," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana, Minggu (21/11/2021). 

Kholis mengatakan, pekerjaan pelaku sebagai tukang mainan membuatnya dapat dengan mudah memperdaya anak-anak malang itu untuk melakukan perbuatan cabul.

Selama ini, Y memperdaya bocah-bocah usia 7-11 tahun dengan memberikan mainan gratis.

"Otomatis berinteraksi dengan anak sudah sering dan tentunya iming-iming bentuk mainan maupun bujukan lain juga tersangka lakukan terhadap korban-korbannya," ucap Kholis.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama, mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan. 

Baca juga: Terungkap Aksi Kakek Penjual Mainan di Penjaringan, Buat Bocah Sampai Takut ke Pasar Malam & Musala

"Kami sudah mengamankan pelaku di rumahnya. Yang bersangkutan saat diamankan tidak ada melakukan perlawanan," kata Wiratama.

Dari penangkapan ini, polisi turut serta menyita mainan sebagai barang bukti.

Y dijerat Pasal 76e juncto Pasal 82 ayat 1 UU Tentang Perlindungan Anak Tahun 2014 dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun penjara.

Sebelumnya, pencabulan oleh tukang mainan berinisial Y di Penjaringan, Jakarta Utara, awalnya terungkap saat salah satu ibu korban mendengar obrolan anak-anak warga setempat.

Baca juga: Awal Terungkap Aksi Cabul Tukang Mainan, Ibu Korban Kaget saat Nguping Obrolan Anak-anak

MW (43), ibu dari korban N (8), beberapa hari lalu sedang membeli air pikul dekat rumahnya.

Saat sedang berjalan, MW mendengar obrolan segerombolan anak-anak setempat yang isinya soal ketakutan mereka pergi ke pasar malam.

"Kemarin kan aku mau beli air pikul di dekat rumah. Ada anak-anak berempat, sama teman-temannya ngomong, 'kita ke pasar malam ya nanti malam'," cerita MW di lokasi, Jumat (19/11/2021).

Satu dari keempat bocah tersebut mengaku takut pergi ke pasar malam lantaran di sana merupakan tempat Y biasa berjualan.

Anak yang merasa ketakutan itu menuturkan bahwa Y alias Abah sering melakukan pelecehan terhadapnya.

Ketika itu lah MW menghentikan langkahnya dan menghampiri bocah-bocah tersebut.

"Saya berhenti dong, saya tanya hey, sama siapa digituin? Sama abah katanya," ucap MW.

Dari situ, MW langsung memberitahukan orangtua dari anak tersebut.

Baca juga: Bejat! Pria Tua Tukang Mainan di Penjaringan Cabuli 8 Anak, Modusnya Seperti Ini

Ibu enam anak itu juga panik saat tahu bahwa putri bungsunya, N, termasuk salah satu korban pelecehan Y.

Alhasil, warga beramai-ramai menemui Y dan mengonfrontirnya soal perbuatan cabul ini.

Saat dikonfrontir, pria berusia sekitar 60 tahun itu berdalih apa yang dilakukannya semata-mata karena rasa sayangnya terhadap anak-anak warga setempat.

Hal itu dituturkan LD (30), ibu korban lainnya yang berinisial A (7).

Menurut LD, Y kerap kali berdalih dirinya sangat menyayangi anak-anak.

"Dia bilang dia sayang sama semua anak-anak. Memang kalau sayang begitu ya? Setahu saya kalau sayang mah mungkin salim tangan ya biasa aja, pikir saya itu masalah yang berlebihan," kata LD.

Sebelum tindakan bejat Y terungkap, LD sering melihat anaknya membawa pulang mainan, seperti masak-masakan, ke rumah.

LD sempat menganggap mainan gratis yang diberikan Y sebatas rasa sayangnya kepada A, terutama karena korban anak yatim.

"Saya pikir anak saya kasihan dong, anak yatim. Eh tahunya tuh ada 'imbalannya'," ucap LD.

LD lantas mengutuk perbuatan Y yang telah melecehkan anaknya.

Ia meyayangkan betapa cabulnya perbuatan pria tua yang ternyata sudah bercucu itu.

"Sayang sekedar perhatian bukan melalui tindakan seperti itu lah. Kalau udah menjalar ke mana-mana itu bukan sayang namanya, tapi nafsu," ucap LD.

Kekinian, jumlah anak-anak yang diduga menjadi korban kebejatan Y sebanyak delapan orang.

Para orangtua di wilayah tersebut lantas resah dan mengutuk perbuatan Y.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved