Breaking News:

Mau Tahun 2022, Masih Ada 406 Warga Ciracas Buang Tinja ke Kali Cipinang

Jumlah 406 KK itu terdiri dari warga ekonomi tidak mampu yang tidak memiliki uang membangun septic tank, dan warga mampu tapi tidak membangun

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos aka Abdul Qodir
Istimewa
Tampak permukiman warga Kelurahan Rambutan yang membuang limbah tinjan ke saluran Kali Cipinang, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (22/11/2021).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Belum semua warga Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur memiliki tanki septic tank di rumahnya sehingga masih membuang limbah tinja ke saluran air.

Sekretaris Kecamatan Ciracas Abdul Khair mengatakan hingga kini, tercatat 406 kepala keluarga (KK) yang tersebar di lima Kelurahan masih membuang limbah tinja ke saluran air.

"Tinggal 406 keluarga dari sebelumnya 1.200. Pembangunan septic tank masih berlangsung, diprakarsai pak Camat dan bantuan dana kemanusiaan donatur," kata Abdul di Jakarta Timur, Senin (22/11/2021).

Jumlah 406 KK itu terdiri dari warga ekonomi tidak mampu yang tidak memiliki uang membangun septic tank, dan warga mampu tapi tidak membangun karena malas dan tidak peduli.

Ketua Tim kreatif Kecamatan Ciracas Sugiman menuturkan upaya yang dilakukan agar warga ekonomi membangun septic tank dilakukan dengan memberi teguran dan sanksi.

Baca juga: Buang Tinja ke Saluran Air, Warga Ciracas Jakarta Timur Berdalih Tak Punya Uang Bangun Septic Tank

Teguran berupa surat dilayangkan masing-masing Lurah, bila tidak digubris maka dikenakan sanksi berupa penutupan saluran air di rumahnya agar tidak membuang tinja sembarang.

"Nanti ada Satpol PP, Babinsa, Binmas Pol mengecek ke lapangan. Itu sangat efektif banget suratnya (teguran), karena baru keluar suratnya mereka langsung membuat," ujar Sugiman.

Sementara bagi warga ekonomi tidak mampu, Sugiman menyebut pihak Kecamatan Ciracas bekerja sama dengan sejumlah donatur dalam membangun septik tank komunal.

Baca juga: Kabar Gembira, Kini Warga Depok Bisa Gunakan Layanan Sedot Tinja Lewat Aplikasi Online

Septik tank komunal ini dibangun untuk maksimal lima KK, tujuannya mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah tinja yang dibuang ke saluran air dan kali.

"Setelah diskusi dengan Puskesmas Kecamatan akhirnya membuat 10 unit. Dalam satu putaran dan tersebar di 5 Kecamatan. Jadi setiap kelurahan ada dua unit yang dibangun," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved