Menginap di Hotel, Mahasiswi Rugi Sepeda Motor dan Ditinggal Kabur Teman Kencan
Seorang mahasiswi berinisial VD ditipu teman kencan yang dikenalnya melalui media sosial, Selasa (16/11/2021).
TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang mahasiswi berinisial VD ditipu teman kencan yang dikenalnya melalui media sosial, Selasa (16/11/2021).
Mahasiswi itu ditinggal teman kencannya di sebuah hotel kawasan Prawirotaman, Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Selain itu, sepeda motor milik mahasiswi itu dibawa kabur oleh pelaku yang kini masih menjadi buronan kepolisian.
Kronologi
Kapolsek Mergangsan Kompol Rachmadiwanto mengatakan penipuan itu berawal saat VD (23) membuat janji dengan lelaki yang mengaku berinisial DN.
Korban yang berstatus mahasiswi itu mengenal DN melalui media sosial.
Baca juga: Tak Gentar dengan Aplikasi Kencan, Cerita Kakek Sanusi Buka Biro Jodoh Tahu Siklus Musim Kawin
Dari perkenalan itu akhirnya mereka membuat janji di sebuah hotel di kawasan Prawirotaman.
"Betul, itu mahasiswi datang dari Solo, kenalan dengan seseorang lewat medsos. Kemudian janjian ketemu di Jogja. Setelah itu menginap di hotel," katanya, dihubungi Minggu (21/11/2021).
Tak lama kemudian, pelaku kemudian meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk mencari makan dan keperluan pribadi.
"Kemudian ditunggu agak lama, sampai keesokan harinya baru sadar kalau sepeda motornya dibawa kabur," ungkapnya.
Rachmadiwanto menjelaskan, dari penuturan korban, pelaku berciri-ciri kulit sawo matang, rambut ikal cepak, badan sedang dan tinggi lebih dari 165 Centimeter.
Baca juga: Aksi Masturbasi di Jok Motor Gadis ABG, Mahasiswa Berhalusinasi Anggap Korban Teman Kencan
Sementara sepeda motor yang berhasil dibawa kabur oleh DN yakni Honda Beat bernomor polisi H 6100 AVE yang raib beserta STNK sepeda motor tersebut.
Taksiran kerugian diperkirakan mencapai Rp16.525.000.
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian," tegasnya.
Peristiwa Lain
Wanita Hamil di Palembang Rampok Teman Kencan di Rumah Susun
Pasangan suami istri di Palembang, Sumatera Selatan melakukan aksi perampokan.
Aksi itu dilakukan dengan modus prostitusi.
Saat melancarkan aksinya, diketahui si istri dalam keadaan hamil enam bulan.
Mereka merampas handphone (HP) milik korban yang saat itu tengah berkencan dengan si wanita.
Tak hanya itu, pelaku juga membawa kabur motor korban.
Handri Putra (27) dan Chindy (20) warga Sako, diamankan usai Polrestabes Palembang menerima laporan adanya tindak pidana 365 dengan modus prostitusi.
Lokasi kejadian di depan Masjid Baitul Atiq Jalan Dr Wahidin pada hari Kamis 4 November 2021 sekira 01:30 WIB.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum AKP Robert Sihombing mengatakan, kejadian ini bermula ketika salah satu korban hendak berkencan di sebuah rumah susun dengan tersangka Cindy dan mematok harga Rp 250 ribu.
Baca juga: Magnet Lokalisasi Gunung Antang, Mencuat Lagi Saat Sugito Dihabisi Gegara Tolak Bayar Uang Kencan
Lalu tiba-tiba selesai kencan, tiba-tiba Chindy meminta tambahan uang Rp 700 ribu kepada korban.
"Korban yang merasa tidak sanggup bayar diambil handphonenya sama si perempuan ini."
"Lalu pas mau ambil uang di ATM dan kembali lagi ke lokasi korban ribut dengan tersangka Handri Putra alias Ejak yang tak lain suaminya Chindy, " ujar Kompol Tri Wahyudi, Senin (15/11/2021).
Dalam keributan yang terjadi tersangka Handri mengacungkan pisau ke korban dan berusaha melukai korban.
Namun karena tak ingin melawan, korban dan saksi akhirnya melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor Scoopy warna merah.
"Pelaku mengambil motor korban kemudian menjual kepada seorang temannya seharga Rp 3 juta ke Baturaja. Bukan hanya sekali mereka sudah mencuri motor pelanggan istrinya sudah dua kali, " jelasnya.
Bahkan Chindy dalam keadaan hamil enam bulan saat menjalani praktek prostitusi.
Kedua pelaku diamankan di tempat terpisah, Chindy diamankan saat sedang melayani seorang pria di kamar kos. Sedangkan Handri diamankan saat berada di kawasan kenten.
Selain kedua pelaku, polisi turut mengamankan Fajar (36) yang berperan sebagai perantara membantu Handri menjual motor ke Baturaja.
Handri mengaku hal ini sudah yang kesekian kalinya, sebelumnya ia sering mengambil handphone korban yang selesai kencan dengan istrinya.
"Kalau motor sudah dua kali pak, sering saya ambil handphone sudah tujuh kali karena korban tidak bisa bayar. Motor Scoopy saya jual ke Baturaja, " kata Handri.
Ia sudah menikah dengan Chindy selama tujuh bulan dan menjalani profesi ini sejak menikah.
"Saya tidak ada pekerjaan lain selain ini, uang ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan untuk dua anak kami, " katanya.
Sedangkan Chindy mengaku saat kejadian ia memang memasang tarif Rp 250 ribu namun korban meminta tambahan durasi kencan sehingga ia meminta uang lebih. Praktek prostitusi sudah dilakoni sejak empat tahun terakhir
"Dia (korban) minta durasi, saya minta uang lebih tapi dia tidak mau, "kata Chindy.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Mahasiswi Kena Tipu Teman Kencannya Saat Nginep di Hotel Yogya, 1 Unit Motor Dibawa Kabur Pelaku, dan di Tribunnews.com dengan judul Hamil 6 Bulan, Wanita di Palembang Rampok Teman Kencan, Beraksi Bersama Suami,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-media-sosial-email-facebook-twitter-medsos_20181105_133802.jpg)