Terungkap Orang-orang Cyber Army Bentukan MUI DKI Jakarta, Bantah Pakai Dana Hibah dari Anies

Benarkah cyber army bentukan MUI DKI Jakarta untuk melawan buzzer dari dana hibah pemberian Pemprov DKI Jakarta? Ini penjelasannya. 

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran bersilaturahmi dengan Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara, Selasa (8/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Benarkah cyber army bentukan MUI DKI Jakarta untuk melawan buzzer dari dana hibah pemberian Pemprov DKI Jakarta? Ini penjelasannya. 

Ketua Umum MUI DKI Jakarta Munahar Muchtar menjelaskan pembentukan cyber army tidak menggunakan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta.

"Ya enggak (pakai dana hibah). Yang ngomong itu ada kaitan dengan dana hibah, itu orang enggak ngerti apa tugas MUI," ucap Munahar, Senin (22/11/2021).

Ia memastikan, pasukan siber yang hendak dibentuk MUI DKI Jakarta terdiri dari orang-orang pintar yang memiliki dedikasi tinggi.

Mereka berasal dari internal MUI DKI Jakarta yang masuk dalam bidang informasi dan komunikasi.

Baca juga: MUI DKI Mau Bentuk Cyber Army, Pengamat: Tak Perlu Campuri Urusan Anies

"Orang kita orang-orang pinter semua, mereka ikhlas, bekerja buat umat. (Pembentukan cyber army) itu pinter-pinternya Bidang Infokom nanti gimana," ia menambahkan.

Sebagai informasi, Pemprov DKI mengalokasikan dana hibah hingga Rp10 miliar untuk MUI DKI Jakarta pada 2022 mendatang.

Jumlah ini lebih besar dibandingkan hibah yang Pemprov DKI berikan kepada ormas Islam, yakni NU dan Muhammadiyah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara aksi peduli donor darah di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (21/11/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara aksi peduli donor darah di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (21/11/2021). (Nur Indah Farrah Audina / Tribun Jakarta)

Hal ini kemudian menimbulkan kecurigaan dana hibah tersebut digunakan untuk membentuk cyber army di MUI DKI Jakarta.

Terlebih, salah satu tugas cyber army adalah melawan buzzer yang kerap menyudutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dana Hibah Besar Wajar

Munahar menyebut, pemberian dana hibah dari Pemprov DKI ini merupakan hal wajar.

Zaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, MUI DKI pun sudah mendapat hibah.

Baca juga: Dukung MUI DKI Bentengi Anies dengan Cyber Army, Wagub Yakinkan Tak Ada Kaitan Pilgub dan Pilpres

"Jadi tak ada hubungannya dengan persiapan kami bikin mujahid siber atau cyber army," lanjut Munahar.

Ia memastikan dana hibah tersebut tak hanya digunakan untuk operasional MUI DKI Jakarta, tapi akan dibagikan ke pengurus MUI di tingkat kota hingga kelurahan.

"Itu bukan buat MUI Jakarta aja. Kami punya MUI kota, kecamatan, kelurahan."

Ketua MUI DKI Jakarta Munahar Muchtar.
Ketua MUI DKI Jakarta Munahar Muchtar. (Dokumentasi Muidkijakarta.or.id)

"Nah, (dana hibah) itu buat operasional sekaligus pelaksanaan program kerja MUI," tuturnya.

Kabar yang beredar, MUI DKI Jakarta akan membentuk cyber army untuk melawan buzzer yang kerap menyerang Anies.

Hal itu disampaikan Munahar. Ia berharap tim ini mampu melawan buzzer yang acap kali menyudutkan Anies dengan menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Di sisi lain, Munahar menilai Gubernur Anies sudah bekerja keras demi kepentingan masyarakat Jakarta.

Jika ada buzzer yang menyerang sosok Anies, nantinya tim khusus ini akan mengangkat keberhasilan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Beliau ini termasuk 21 orang pahlawan dunia. Berita-berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta," ucap dia dalam rilisnya pada Sabtu (20/11/2021).

Tak hanya untuk membela Anies, tim siber ini nantinya juga akan dikerahkan bila ada buzzer yang menyerang para ulama.

Baca juga: DPRD DKI Jakarta Membuka Besar-besaran Lowongan Kerja PJLP, Tamatan SD hingga SMA Boleh Melamar

"MUI tidak usah takut untuk katakan yang haq itu haq. Saya punya prinsip kalau berkaitan dengan Al-Quran dan As-Sunnah tidak ada tawar menawar bagi saya," ujarnya.

MUI DKI Jakarta Jangan Cawe-cawe

Rencana MUI DKI Jakarta membentuk cyber army untuk melindungi Gubernur Anies Baswedan dari serangan buzzer menuai sorotan dan polemik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/11/2021) petang.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/11/2021) petang. (Tribunjakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Pengamat politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, mengingatkan MUI DKI Jakarta untuk tidak perlu ikut-ikutan membela Anies.

Terlebih, MUI merupakan lembaga keagamaan, bukan sebuah organisasi politik.

"MUI DKI Jakarta tidak usah ikut campur urusan Anies, nanti bisa dituduh bermain politis," ucap Ujang Komarudin, Senin (22/11/2021).

"Tak bagus MUI DKI cawe-cawe soal Anies yang diserang buzzer," sambungnya.

Anies sebagai kepala daerah, Ujang menilai, seharusnya memiliki tim sendiri yang bisa melawan para buzzer.

Sebab, para buzzer itu acap kali mencari-cari kesalahan dari kebijakan yang dibuat Anies selama memimpin Jakarta.

"Bukan MUI yang mestinya buat cyber army, tali tim Anies sendiri. MUI tidak perlu membela-bela Anies, biar yang bela Anies pasukannya sendiri," ujarnya saat dihubungi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved