Yudha Kini Diangkat Netizen Jadi Duta 'Artinya': 30 Kali Ulang Kata Ini Saat Debat Dedi Mulyadi
Nama Yudha viral sepekan terakhir atas aksinya memprotes Kang Dedi yang sedang membersihkan sampah di Pasar Rebo Purwakarta, Jawa Barat.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Nama Yudha viral hingga akhirnya diangkat oleh netizen menjadi duta 'Artinya'.
Hal itu tak lepas dari ucapan mahasiswa asal Plered, Purwakarta itu saat berdebat dengan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi.
Nama Yudha viral sepekan terakhir atas aksinya memprotes Kang Dedi yang sedang membersihkan sampah di Pasar Rebo Purwakarta, Jawa Barat.
Perdebatan Yudha dengan Kang Dedi itu diposting di akun Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dalam aksi protesnya itu, yang membuat Yudha menjadi sorotan netizen adalah pernyataan yang berulangkali diucapkan oleh Yuda.
Baca juga: Viral Usai Protes Dedi Mulyadi Bersihkan Pasar, Sang Mahasiswa Minta Maaf: Bukan Mau Pansos
Pantauan TribunJakarta.com dari video yang viral, Yudha berulangkali mengatakan kata artinya tiap dia mau menyampaikan argumennya kepada Kang Dedi.
Bahkan, dalam video itu, Yudha terhitung sampai 30 kali mengucapkan kata artinya.
Kang Dedi yang naik pitam dengan retorika Yudha juga sempat meminta mahasiswa itu tak melulu menyebut artinya.

"Jangan kebanyakan artinya, saya juga pernah kuliah, saya juga pernah demo," kata Kang Dedi saat berdebat dengan Yudha.
Di akhir perdebatannya dengan Yudha, Kang Dedi juga sempat menyindir Yudha dengan mengucapkan kata artinya yang sering diucapkan mahasiswa itu.
"Artinya, tetap artinya," ujar Kang Dedi.
Akui Panik
Usai videonya viral dengan Kang Dedi, Yudha angkat bicara melalui Facebook Yudha Dawami Abdas.
"Saya atas nama pribadi minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Kang Haji Dedi Mulyadi," tulis Yudha dalam akun Facebooknya pada Kamis 18 November 2021.
Baca juga: Terkesan Arogan Saat Debat Dedi Mulyadi, Yudha Akui Panik: Banyak Mata Menuding Tertuju Ke Arah Saya
Menurut Yudha, dirinya sama sekali tak bermaksud untuk menjatuhkan nama baik Kang Dedi, apalagi sampai berniat pansos.