Breaking News:

Warga Resah, Kos-kosan di Jatirangga Diduga Jadi Tempat Open BO: Lurah dan Polisi Turun Tangan

Aparat gabung Kelurahan Jatirangga dan Polsek Jatisampurna melakukan razia ke sejumlah kos-kosan yang terletak di Jalan At-taqwa Jatisampurna, Bekasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Istimewa/Kel Jatirangga
Operasi yustisi dilakukan aparat gabungan Kelurahan Jatirangga dan Polsek Jatisampurna di kos-kosan, Jalan At-taqwa, Kota Bekasi yang diduga kerap dijadikan praktik prostitusi online, Rabu (24/11/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATISAMPURNA - Aparat gabung Kelurahan Jatirangga dan Polsek Jatisampurna melakukan razia ke sejumlah kos-kosan yang terletak di Jalan At-taqwa Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (24/11/2021).

Razia digelar berdasarkan aduan masyarakat setempat, terkait dugaan praktik open BO atau prostitusi online yang dilakukan penghuni kosan.

"Pertama kita mendapatkan aduan dari masyarakat dugaan maraknya prostitusi online menggunakan aplikasi Mi Chat," kata Lurah Jatirangga Ahmad Apandi.

Dari situ, pihaknya langsung melapor ke Camat Jatisampurna.

Hingga akhirnya dibentuk aparat gabungan untuk menggelar operasi yustisi.

Baca juga: Prostitusi Tawarkan Berhubungan Bertiga Terbongkar, PSK Bertarif Rp 3 Juta Patok Usia Pelanggan

"Makanya dimunculkan operasi yustisi dengan tujuan pendataan warga pengontrak."

"Kemudian juga tadi kita mencari ada indikasi prostitusi online melalui aplikasi Mi Chat," terang dia.

Operasi yustisi dilakukan aparat gabungan Kelurahan Jatirangga dan Polsek Jatisampurna di kos-kosan, Jalan At-taqwa, Kota Bekasi yang diduga kerap dijadikan praktik prostitusi online, Rabu (24/11/2021).
Operasi yustisi dilakukan aparat gabungan Kelurahan Jatirangga dan Polsek Jatisampurna di kos-kosan, Jalan At-taqwa, Kota Bekasi yang diduga kerap dijadikan praktik prostitusi online, Rabu (24/11/2021). (Istimewa/Kel Jatirangga)

Apandi memastikan, razia berhasil mendapatkan penghuni kontrakan yang bukan suami istri serta terdapat indikasi penyalahgunaan narkoba melalui tes urin.

"Kalau tadi yang didapati di dalam kamar bukan suami istri itu ada tiga pasangan, sementara yang positif dari hasil test urin juga kurang lebih ada tiga orang," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved