Marak Aksi Komplotan Remaja Bawa Senjata Tajam di Tangerang, Kapolres: Tidak Ada Gengster, Itu Hoaks

Belakangan ramai aksi komplotan remaja berkendaraan roda dua membawa senjata tajam keliling di Kota Tangerang. Kapolres menegaskan itu bukan gengster.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
net google
Ilustrasi - Belakangan ramai aksi komplotan remaja berkendaraan roda dua membawa senjata tajam keliling di Kota Tangerang. Kapolres menegaskan itu bukan gengster. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Belakangan ramai aksi komplotan remaja berkendaraan roda dua membawa senjata tajam berkeliling di Kota Tangerang.

Bahkan, aksi mereka sempat memakan korban jiwa di Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Aksi mereka sempat terekam di media sosial Instagram dan warganet menyebut mereka gengster.

Kendati demikian, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatakan tidak ada aksi gengster di wilayah hukumnya.

"Kita menyikapi terkait dengan gengster ini kan, kita jangan terlalu percaya, itu kadang hoaks," klaim Deonijiu, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Tangerang Raya Kerap Jadi Arena Tawuran Antarpelajar, Ada Korban Sampai Meninggal Dunia

Menurutnya, peristiwa oitu dimunculkan kembali yang bertujuan untuk menimbulkan rasa takut pada masyarakat.

Kata Deonijiu, pihaknya rutin melakukan patroli malam terutama, ke tempat-tempat yang biasa dijadikan tempat nongkrong anak muda.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, saat memberikan keterangan pers soal komika Coki Pardede yang terjerat kasus narkotika, Jumat (3/9/2021).
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, saat memberikan keterangan pers . (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

"Kita sudah melaksanakan semua, patroli malam di tempat-tempat yang sepi. Tempat-tempat berkumpulnya anak muda, semua kita lakukan patroli," papar Kapolres.

"Terkait gengster itu sebenernya hoaks aja itu," sambungnya.

Sebumnya diberitakan, aksi gengster merajalela dan menelan dua orang korban di wilayah Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten. 

"Marak aksi gangster, oleh sebab itu diharapkan aparat cepat bertindak," ungkap S, warga Kecamatan Sepatan.

Baca juga: Modal Kecurigaan Warga, 24 WNA Afrika di Tangerang Langsung Diringkus: Ternyata Langgar 2 Pasal

Aksi gangster itu, sambung S, telah menelan dua orang korban. Mereka beroperasi di malam hari.

"Warga sudah sangat resah terutama yang memiliki anak laki-laki," kata S. 

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim membantahnya itu ulah gengster.

Dia mengatakan, pada Selasa dini hari ini memang terdapat korban bernama Muhammad Abdul Samin.

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

Korban berusia 17 tahun, warga Kampung Pisangan, RT 002/002, Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang yang luka berat akibat aksi pengeroyokan dan sabetan senjata tajam

"Korban bukan karena gengster, akan tetapi aksi tawuran sekumpulan pemuda di Jembatan Tanah Merah, Desa Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang," jelas Rachim. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved