Breaking News:

Melihat Meriam Si Jagur yang Kerap Diartikan Vulgar, Ada Tulisan Kecil Ungkap Proses Pembuatan

Meriam tersebut, terletak tepat di halaman depan Museum Sejarah Jakarta, yang dikenal dengan nama Meriam si Jagur.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Pebby Adhe Liana / Tribun Jakarta
Melihat Lebih Dekat Meriam Si Jagur di Kota Tua, Punya Simbol Unik. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Jalan-jalan ke Museum Sejarah Jakarta atau dikenal dengan nama Museum Fatahillah Kota Tua, Anda akan menemukan sebuah meriam besar dengan bentuk yang unik.

Meriam tersebut, terletak tepat di halaman depan Museum Sejarah Jakarta, yang dikenal dengan nama Meriam Si Jagur.

Kalau ke sini, meriam ini sering menjadi lokasi berfoto bagi para pengunjung.

Sebab, selain ukurannya yang besar meriam ini juga punya bentuk yang unik yaitu dengan simbol berupa jempol kejepit di antara jari telunjuk dan jari tengah.

Di Indonesia, simbol ini kerap dinilai punya makna negatif yaitu sebagai simbol pornografi. Padahal, hal ini tidak benar.

"Persepsi setiap negara, setiap orang itu beda-beda. Meriam Si Jagur dia dibuatnya, diciptakannya di Malaka. Yang lucu ada lambang jempol kejepit yang menurut bangsa Indonesia sering dikira porno. Padahal bukan," kata Pemandu Wisata Museum Sejarah Jakarta, Lulu, Selasa (30/11/2021).

Ia bercerita, Meriam si Jagur sebenarnya bukanlah buatan Belanda. Melainkan, adalah milik bangsa Portugis yang dibuat dari hasil leburan beberapa meriam kecil.

Baca juga: Wisata ke Kota Tua: Melihat Secara Langsung Kamar Pangeran Diponegoro saat Ditahan di Batavia

Sedikitnya, ada 16 meriam kecil yang dilebur menjadi satu untuk menghasilkan Meriam Si Jagur ini.

Kalau dilihat, memang ukuran Meriam si Jagur tergolong besar. Panjangnya kira-kira mencapai sekitaran 2 hingga 3 meter.

Terdapat sebuah tulisan pada bagian sisi meriam tersebut yang artinya adalah 'Dari saya, saya dilahirkan kembali'.

"Jadi meriam ini tidak langsung dibentuk sebesar itu, tapi prosesnya ada 16 meriam yang lebih kecil lalu dileburkan jadi satu. Makanya (dibuat) dari meriam ke meriam," kata Lulu bercerita.

Mengenai makna dari simbol tangan kejepit, kata Lulu dalam bahasa Portugis simbol tersebut memiliki arti sebagai tanda keberuntungan.

Di Portugis, jempol kejepit diantara jari tengah dan telunjuk bermakna sebagai kata 'fico' yang artinya adalah semoga beruntung.

"Ada juga kepercayaan yang menyebut bahwa simbol itu merupakan simbol kesuburan. Dulu, jika ada orang yang susah punya keturunan atau hamil, jika mereka pegang simbol tersebut, mereka percaya bisa subur kembali atau mudah dapat keturunan," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved