Jajaran Gerobak Dagang di Jatinegara Ludes Terbakar, Kerugian Sampai Rp 400 Juta

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan kebakaran terjadi pada tempat parkir gerobak dagang.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Dokumentasi Damkar Jakarta Timur
Kebakaran Tempat parkir gerobak dagang di Jalan Abdullah Syafei, Jatinegara, Sabtu (4/12/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Jejeran gerobak dagang ludes terbakar di , Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat (3/12/2021) sekira pukul 23.21 WIB.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, area yang terbakar merupakan tempat parkir sejumlah gerobak dagang

"Pemilik tidak mengetahui terjadi kebakaran. Baru mengetahui dari warga yang melihat api sudah besar di tengah gedung dan melapor ke petugas," kata Gatot di Jakarta Timur, Sabtu (4/12/2021).

Banyaknya material gerobak dagang yang mudah terbakar membuat api dalam waktu singkat menjalar ke seluruh bagian bangunan dengan luas sekitar 72 meter persegi itu.

Sebanyak 13 unit mobil pompa berikut 65 personel Damkar dikerahkan guna memadamkan kebakaran pada bangunan tempat parkir gerobak yang berada di permukiman warga.

"Empat unit mobil pompa di antaranya perbantuan dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan. Karena lokasi kejadian perbatasan," ujarnya.

Gatot menuturkan proses pemadaman yang dimulai pukul 23.32 WIB dinyatakan rampung pada Sabtu (4/12/2021) pukul 00.21 WIB tanpa ada korban.

Baca juga: Kasus Kecelakaan Tranjakarta, Penumpang Takut jadi Korban: Masa Pelayanan Buruk

Tempat parkir gerobak dagang di Jalan Abdullah Syafei, Kelurahan Bidara Cina,Kecamatan Jatinegara yang terbakar, Jakarta Timur, Sabtu (4/12/2021).
Tempat parkir gerobak dagang di Jalan Abdullah Syafei, Kelurahan Bidara Cina,Kecamatan Jatinegara yang terbakar, Jakarta Timur, Sabtu (4/12/2021). (Dokumentasi Damkar Jakarta Timur)

Dari hasil penyelidikan sementara jajaran Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, amuk si jago merah dipicu korsleting pada instalasi listrik bangunan.

"Untuk total kerugian diperkirakan sekitar Rp 400 juta," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved