Kapolri Bereaksi Insiden Mahasiswi Mojokerto Akhiri Hidup di Makam Ayah, Ada Oknum Polisi Diperiksa

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bereaksi atas kasus mahasiswi Mojokerto, Novia Widyasari Rahayu (NWR) mengakhiri hidup di makam ayahnya.

surya.co.id/mohammad romadoni
Makam mahasiswi NW, warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang meninggal dunia tak wajar. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bereaksi atas kasus mahasiswi Mojokerto bernama Novia Widyasari Rahayu (NWR) akhiri hidup di makam ayahnya. 

Selain RB, Polda Jatim juga berencana memanggil dan memeriksa pemilik akun yang menyebarkan dugaan kemarian NWR di Twitter.

Tak cukup di situ, teman-teman dekat NWR yang kuliah di sebuah kampus negeri di Malang, Jatim juga akan dimintai keterangan.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa dan Listyo Sigit: Pernah Bersama Tugas di Istana, Kini Pimpin TNI - Polri

Tak terkecuali dengan anggota keluarga NWR, yakni sang paman.

Paman NWR merupakan satu di antara beberapa anggota keluarga yang diduga mengetahui banyak informasi mengenai kondisi NWR beberapa hari sebelum mengakhiri hidup.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengaku, tidak menampik bahwa pihaknya akan memeriksa pemilik akun medsos yang melansir informasi mengenai sebab-sebab NWR nekat mengakhiri hidup.

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat (SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO)

"Ada, kami rencananya ke depan juga itu. Kami juga (periksa) berkaitan dengan netizen yang kasih informasi, kami membutuhkan keterangannya itu," ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id, Sabtu (4/12/2021).

Tidak hanya itu, Polda Jatim juga akan memeriksa beberapa orang anggota keluarga NWR, terutama pamannya.

Paman NW, ungkap Gatot, diduga mengetahui banyak informasi mengenai kondisi NWR beberapa hari sebelum akhirnya NW nekat mengakhiri hidup.

"Iya. Bukan hanya dari pihak mahasiswanya (pihak kampus). Tapi Pamannya juga kami mintai keterangan, karena pamannya banyak tahu juga permasalahannya," pungkasnya.

Baca juga: Niat Gadis ABG di Salatiga Akhiri Hidup Bongkar Aksi Bejat Ayah Kandung Sejak 2009

Guna mengusut kasus tersebut, Polda Jatim telah menerjunkan tim penyidik yang dilakukan asistensinya oleh pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, bersama Polres Mojokerto.

"Tapi semua informasi yang ada akan ditindaklanjuti oleh Polda Jatim. Antara yang bersangkutan meninggal dengan isu yang ada, perlu proses khusus. Kalau dikaitkan, ya belum ada kaitannya," jelasnya.

Selama berlangsungnya penyelidikan kasus tersebut.

Gatot mengatakan, pihaknya akan menerima dan menampung segala bentuk informasi yang bermuatan subtansi sebagai petunjuk atas kasus tersebut.

"Yang jelas semua informasi dari masyarakat. Kami tidak mencari kesalahan dari netizen. Sekarang arahan dari pimpinan jelas," pungkasnya.

Trending di Twitter

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved