Cerita Kriminal

Masuki Babak Akhir, Dalang Hoaks Babi Ngepet Bakal Jalani Sidang Putusan

Dalang dibalik hoaks babi ngepet, Adam Ibrahim, bakal menjalani sidang putusan yang akan dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Pelaku Kasus Babi Ngepet, Adam Ibrahim saat digiring di Polres Metro Depok, Kamis (29/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Kasus hoaks babi ngepet di Kota Depok mulai memasuki babak akhir.

Siang ini, dalang dibalik hoaks babi ngepet, Adam Ibrahim, bakal menjalani sidang putusan yang akan dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok.

"Iya hari ini (sidang putusan). Rencananya siang," jelas Humas Pengadilan Negeri Depok, Fadil, saat dikonfirmasi, Senin (6/12/2021).

Namun demikian, Fadil belum bisa menjelaskan kapan tepatnya sidang putusan ini bakal dimulai.

"Nanti kami infokan lagi ya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Adam Ibrahim dituntut tiga tahun kurungan penjara oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menurut JPU, terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja.

Baca juga: Jakarta Job Fair: Lebih Dari 18.000 Lowongan Pekerjaan Tersedia, Catat Jadwal dan Lokasinya

"Menuntut , satu menyatakan terdakwa Adam Ibrahim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong," kata Jaksa Putri di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Depok, Cilodong, Selasa (9/11/2021) yang lalu.

"Dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana diatur dan diancam pidana di Pasal 14 Ayat 1 UU Republik Indonesia tahun 1946," timpalnya.

Lanjut Jaksa Putri, pihaknya meminta Majelis Hakim agar menjatuhkan pidana terhadap Adam Ibrahim kurungan tiga tahun penjara.

"Kami Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini menuntut supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Adam Ibrahim oleh karena itu dengan pidana penjara selama tiga tahun," jelasnya.

Mendengar tuntutan dari JPU, terdakwa Adam Ibrahim dan kuasa hukumnya pun akan mengajukan pembelaaan.

"Kami akan mengajukan nota pembelaaan secara tertulis," kata Kuasa Hukum terdakwa, Edison, di persidangan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved