Kenali Murai Batu, Jenis Burung Kicau Paling Populer yang Kini Terancam Punah

Salah satu jenis burung kicau yang paling populer ialah burung murai batu (Copsychus malabaricus).

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Burung Murai Batu seharga Rp 8 juta. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Burung kicau menjadi jenis burung yang banyak digemari.

Hal itu karena keindahan dari suara yang dihasilkan burung tersebut.

Salah satu jenis burung kicau yang paling populer ialah burung murai batu (Copsychus malabaricus).

Namun sayangnya karena banyaknya yang meninati burung murai batu sejalan dengan tingginya angka perburuan kepada hewan itu.

Dalam beberapa tahun terakhir perburuan burung murai batu kian meningkat.

Baca juga: Jangan Justru Jadi petaka, Pantang Lakukan Hal Ini Ketika Beri Makan Burung Kicaumu

Faktor inilah yang membuat banyak spesies di alam liar, termasuk murai batu menurun dan terancam punah.

Tak tanggung-tanggung, lebih dari dua lusin spesies telah menghilang dan berpindah dari habitat aslinya, yaitu di wilayah Asia Tenggara, akibat tingginya penangkapan burung ini untuk diperjualbelikan di dalam kandang.

Oleh sebab itu, seruan untuk meminta perlindungan dan dibentuknya regulasi mulai bermunculan untuk unggas yang terkenal dengan kicauan merdu ini.

Meskipun perdagangan burung murai batu sebagian besar adalah perdagangan domestik, studi terakhir yang berjudul Trade in White-rumped Shamas Kittacinla malabrica demands strong national and international responses mengungkapkan, populasi murai batu di Asia Tenggara dari tahun 2008-2018 diburu untuk dijual.

Dalam Convention on International Trade Endangered Spesies of Wild Fauna and Flora (CITES), perdagangan burung murai batu menjadi salah satu agenda yang di bahas dalam forum yang dilaksanakan di Petaling Jaya, Malaysia.

Indonesia merupakan negara yang paling sering dilewati untuk perdagangan internasional, terutama dari negara Malaysia.

Sebanyak 4.280 ekor murai batu diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia pada Juli 2017.

Baca juga: Ingin Burung Kicau Peliharaanmu Gemuk? Ketahui Ini Cara Mudahnya

Pada tahun 2019, setidaknya 1.627 ekor ditangkap dalam empat insiden baik di Indonesia dan Singapura.

Tingginya permintaan untuk membeli dari daerah-daerah seperti Jawa, Bali, Lombok dan Kalimantan.

Hal ini telah diteliti oleh lembaga TRAFFIC, Monitor, YPI, Oxford Wildlife Trade Research Group, WWF Malaysia, Universitas Gadjah Mada dan PERHILITAN.

Fakta lain yang ditemukan dalam penelitian terdapat 8.271 burung yang diperjualbelikan di pasar lokal.

Data ini diambil dari beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam, antara tahun 2007 dan 2018.

Survei online yang dilakukan sepanjang 2016-2018, dalam enam studi perdagangan di Indonesia Malaysia dan Thailand juga menemukan 917 individu siap dijual.

Burung Murai Batu milik Hafit (23) seharga Rp 8 juta yang hendak dicuri YF di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (27/11/2020).
Burung Murai Batu milik Hafit (23) seharga Rp 8 juta yang hendak dicuri YF di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (27/11/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Kenali Serba Serbi Burung Merpati

Burung merpati atau burung dara adalah salah satu jenis burung yang banyak dipelihara oleh manusia.

Merpati adalah salah satu burung yang bisa berkicau dengan kemampuan terbang secepat 148,9 kilometer per jam.

Selain itu, bobot merpati bisa seberat 2 kilogram bergantung pada ukurannya.

Sedangkan, ukuran panjang tubuh mereka sekitar 50 sampai 66 centimeter dan panjang sayapnya bisa sepanjang 27 sampai 35 centimeter.

Baca juga: Bisa Coba Tips Ini Jika Ingin Burung Peliharaaan Ikuti Ucapanmu

Berikut ini 6 fakta terkait burung merpati

1. Masa Hidup Merpati

Merpati yang tidak dipelihara manusia atau di dalam penangkaran bisa hidup selama 14 hingga 15 tahun, lo.

Bahkan bisa juga lebih lama dari itu.

Anies Baswedan bersama Ismail bermain dengan burung merpati peliharaannya.
Anies Baswedan bersama Ismail bermain dengan burung merpati peliharaannya. (Instagram @aniesbaswedan)

Merpati liar biasanya mempunyai masa hidup yang berbeda-beda tergantung pada kondisinya.

Karena, ada juga merpati liar yang hanya bisa hidup selama tiga atau empat tahun saja.

2. Merpati Bisa Mengerti Ruang dan Waktu

Menurut hasil penelitian Current Biology pada 2017, merpati mengerti konsep lamanya waktu dan lingkungan sekitar mereka.

Mereka akan tahu berapa lama mereka sudah terbang dan mengerti tempat yang sebelumnya pernah ia kunjungi.

Hal ini karena cara kerja otak merpati di bagian otak korteks parietal hampir mirip dengan manusia dan primata.

Baca juga: Ketahui Tanda-tanda Burung Kicau Sakit, Ini Sederet Penyakit yang Bisa Menghantuinya

Oleh karena itu, sejak 3000 sebelum masehi, burung merpati sudah dimanfaatkan sebagai pembawa pesan.

Bahkan mengantar pesan yang jaraknya jauh pun tidak masalah bagi merpati karena mereka pasti bisa kembali lagi.

3. Merpati Hanya Punya Satu Pasangan

Anies sedang bermain dengan burung merpati peliharaannya.
Anies sedang bermain dengan burung merpati peliharaannya. (Instagram @aniesbaswedan)

Merpati jadi salah satu hewan yang hanya kawin satu kali dengan merpati lainnya seumur hidup mereka.

Mereka akan hidup bersama sepanjang hidup mereka.

Jadi, ketika musim kawin tiba, mereka akan memilih pasangan dan kawin untuk berkembang biak.

Lalu, ketika induk merpati sudah waktunya bertelur, pasangan merpati akan membuat sarang bersama.

Merpati betina bisa menelurkan sebanyak dua butir telur, telur tersebut nantinya akan dierami secara bergantian oleh merpati betina dan merpati jantan.

Telur merpati pun akan menetas jika usianya sudah 17 atau 19 hari dan anak merpati akan bergantung selama 6 bulan untuk mendapatkan makanan dari kedua orang tuanya.

Baca juga: Rekomendasi Hewan Peliharaan Buat Anak Indekos, Kucing hingga Burung Bisa Jadi Pilihan

4. Merpati Menghasilkan Susu Palsu

Sebenarnya yang bisa menghasilkan susu hanyalah mamalia, tetapi beberapa merpati atau burung jenis lain juga bisa menghasilkan susu.

Meskipun ini bukan susu asli, tetapi cairan ini hampir mirip dengan susu.
Susu ini biasa mereka berikan pada anak-anak merpati yang belum bisa mencari makanan sendiri.

Susu merpati ini adalah cairan yang berisi nutrisi, lemak, dan antioksidan yang baik untuk pertumbuhan anak-anak merpati.

Jayabaya, burung dara yang dibeli Robby Eka Wijaya (34) pria asal Depok seharga Rp 1 miliar.
Jayabaya, burung dara yang dibeli Robby Eka Wijaya (34) pria asal Depok seharga Rp 1 miliar. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Susu ini bisa dihasilkan oleh merpati jantan dan betina di dalam tembolok mereka, yaitu bagian kerongkongan yang berfungsi untuk menyimpan makanan.

5. Cara Merpati Berkomunikasi

Suara burung merpati memang tidak terlalu keras, tetapi mereka juga mempunyai teknik khusus ketika sesama merpati saling berkomunikasi.

Merpati akan mengeluarkan suara dengan getaran frekuensi tinggi ketika memanggil dan berkomunikasi dengan merpati lain atau sedang berkomunikasi dengan pasangannya.

6. Habitat Burung Merpati

Pernahkah teman-teman melihat burung merpati liar atau dipelihara oleh manusia? Kira-kira burung merpati bisa hidup di habitat seperti apa, ya?

Burung merpati bisa teman-teman temukan di seluruh dunia, kok. Jadi, burung merpati adalah burung yang cukup tangguh dan bisa hidup di mana saja.

Burung merpati bisa kita temukan di perkotaan, pedesaan, hutan, pesisir pantai, rawa-rawa, dan lain-lain keculai di daerah yang terlalu dingin seperti Antartika dan daerah terlalu kering seperti di gurun.

Nah, itulah fakta-fakta unik dari burung merpati yang sering kita lihat.

Mulai dari fakta masa hidup mereka sampai habitatnya.

Sebagian artikel disarikan dari Kompas.com dengan judul Murai Batu, Burung Penyanyi Paling Populer di Asia Terancam Punah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved