Ingin Perputaran Uang di Thamrin 10 Kembali Rp 180 Juta per Hari, Anies Berharap Pada Tahu Sumedang

Festival Kopi dan Tahu Sumedang, hadir di Thamrin 10 Food and Creative Park Jakarta Pusat, mulai hari ini.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Festival Kopi dan Tahu Sumedang hari pertama di Thamrin 10, Jumat (10/12/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Festival Kopi dan Tahu Sumedang, hadir di Thamrin 10 Food and Creative Park Jakarta Pusat, mulai hari ini.

Festival ini merupakan bentuk kerja sama atau kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumedang, bersama Pemprov DKI Jakarta dan juga Perumda Pasar Jaya.

Tak hanya menghadirkan bazar kuliner, Festival Kopi dan Tahu Sumedang juga menghadirkan beberapa produk handycraft khas Kabupaten Sumedang yang bisa dibeli oleh masyarakat Jakarta.

"Saya terima kasih antara Jakarta dengan Sumedang dimulai MoU, lalu MoU itu tidak menjadi sleeping MoU, melainkan aktif MoU. Sebuah kerja bersama yang menjadi aksi dan kegiatan, mulai dari produksi beras untuk Jakarta dan sekarang hasil UMKM warga Sumedang dipamerkan dan dipasarkan di Jakarta, di pusat perekonomian, agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari produk tersebut,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sambutannya di hari pertama Festival Kopi dan Tahu Sumedang, Jumat (10/12/2021).

Dalam kunjungannya, Anies mengapresiasi kerja sama yang baik antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemda Sumedang, di mana keduanya telah menandatangani perjanjian kerja sama dan aktif untuk mengerjakan setiap poin dari perjanjian tersebut.

Menurut Anies, Pemprov DKI dan juga Pemda Sumedang sangat tepat memilih Thamrin 10 sebagai lokasi untuk memamerkan produk UMKM mereka.

Sebab, Thamrin 10 merupakan salah satu etalase bagi para UMKM memasarkan produknya di pusat kota Jakarta. 

Baca juga: Tempat Kulineran yang Asyik Buat Nongkrong di Jakarta

Apalagi, saat festival ini diselenggarakan Jakarta tengah dalam usaha bangkit dari pandemi sehingga harapannya dapat menggerakkan perekonomian.

"Ini penuh kalau malam, dan sebelum pandemi per hari perputaran ekonomi di sini bisa mencapai sekitar 180 juta per hari. Dan kini pandeminya sudah relatif terkendali dan kita mulai bangkit, sangat tepat jika Sumedang masuk untuk memamerkan produk-produk mereka,” kata dia.

"Karena itu kami sangat berterima kasih apabila ada Pemda yang memfasilitasi untuk bisa produknya sampai ke Jakarta dan didisplay di sini. Kami dari Pemprov DKI siap untuk ikut memfasilitasi, saya harap Pasar Jaya membantu menyebarluaskan produk ini pascaeksebisi,” sambungnya.

Ia pun berharap, melalui program kolaborasi ini, sumbangsih Jakarta mampu menggerakkan perekonomian nasional.

Baca juga: Simak Peraturan Baru untuk Guru dan Siswa di Jakarta DKI selama Nataru 2022 !

Apalagi, bagi sektor UMKM yang sempat terdampak paling parah karena pandemi Covid-19.

"Kita tahu persis, kegiatan mikro dan ultra mikro merasakan hantaman paling keras pada saat pandemi. Dan harapannya melalui kegiatan ini, Jakarta menjadi bagian yang ikut menggerakkan perekonomian nasional, ketika di Jakarta terjadi transaksi lebih banyak, maka akan punya efek pada daerah produsen, sehingga perputaran perekonomian jauh lebih cepat lagi bangkitnya,” pungkasnya.

Adapun Festival Kopi dan Tahu Sumedang ini digelar mulai tanggal 10 hingga 12 Desember mendatang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved