Bela Lurah Lebak Bulus soal Sumur Resapan Amblas, Wagub Minta PSI Bantu Pemprov Atasi Banjir

Dibandingkan mempermasalahkan hal tersebut, orang nomor dua di DKI itu meminta PSI membantu Pemprov mengatasi permasalahan banjir ibu kota.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Acos Abdul Qodir
Istimewa/Dok. Akun twitter @arnold5508
Sebuah mobil terperosok gegara sumur resapan ambles di Jalan Bona Indah, Lebak Bulus, Jaksel. 

Gubernur Anies pun tidak terlewatkan dari kritik PSI yang menurut Michael gagal membangun budaya komunikasi pemerintahan yang baik.

“Langkah hukum tentunya itu sepenuhnya hak Sis Isyana. Kami sebagai kader partai politik tentu berharap seorang pejabat publik punya komunikasi yang lebih layak. Kebiasaan lempar tanggung jawab dan menyalahkan orang jangan semakin menjadi budaya di pemerintahan Pak Anies ini," ungkapnya.

Lurah Lebak Bulus Buka Suara

Sementara itu, Lurah Lebak Bulus Jaenudin tidak menyebut bahwa mobil tersebut milik Isyana.

Ia hanya memastikan adanya mobil yang mondar-mandir di lokasi sumur resapan yang jebol di Jalan Bona Indah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Jaenudin mengatakan, mobil yang mondar-mandir tersebut sudah berada di lokasi sejak Rabu pagi.

"Yang lihat (mobil mondar mandir) tukang yang lagi kerja. Ini baru dugaan ya, cuma anehnya kok mobil bolak-balik di situ," kata Jaenudin saat dikonfirmasi, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Sisa 258, Dinkes Klaim Makin Terkendali

Berdasarkan laporan yang diterima Junaedin, mobil yang mondar-mandir itu sama dengan mobil milik Isyana Bagoes Oka.

"Mungkin mobil yang sama kayaknya," ujar dia.

Namun demikian, ia tak ingin berburuk sangka terkait niat pengendara mobil saat melintas di atas sumur resapan.

"Saya juga makanya bingung tapi saya nggak suudzon apa memang ada niat nggak baik apa gimana."

"Kan saya juga bingung. (Mobil) putar-putar gitu bekasnya kelihatan banget di lubang itu, yang lain enggak," tutur Jaenudin.

Sumur resapan di Jalan Bona Indah rampung dibangun pada Minggu (5/12/2021).

Menurut Jaenudin, sumur resapan itu baru bisa dilintasi kendaraan setelah 14 hari.

"Sebetulnya di situ dipasang, jadi jangan dilewati mobil. Tapi dicopot. Saya nggak tau siapa, nggak mau menuduh," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved