Keluarga Eks Dirut TJ Tuntut Adi Kurnia Minta Maaf soal Video Tari Perut, Gerindra: Sudah Diingatkan

Ketua Fraksi Gerindra itu tak mengira pihak keluarga Sardjono Jhony Tjitrokusumo memperpanjang masalah tersebut.

Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi dan istri, artis Eka May Linda atau dikenal Melinda Cinta Satu Malam saat ditemui di kawasan Condet, Jakarta Timur, Rabu (21/4/2021). 

Selanjutnya, peristiwa tersebut merupakan rapat kerja direksi dengan pejabat terkait di lingkungan PT Transjakarta yang dihadiri juga oleh perwakilan pengurus serikat pekerja.

Adapun tujuan rapat tersebut yakni untuk menginformasikan visi dan misi yang diemban oleh almarhum Sardjono Jhony sebagai Dirut baru Transjakarta saat, itu dengan maksud dapat dipahami dan dijalankan oleh seluruh jajaran Transjakarta.

"Pemilihan tempat di luar kantor dan di luar jam kerja adalah agar rapat berlangsung dengan lebih rileks dengan maksud tidak ada kecanggungan para pejabat untuk menyampaikan masukannya," lanjutnya.

Baca juga: Viral Turnamen Sepatu Roda Anak di Sunter Berujung Keributan Panitia dan Ortu, Ini Pemicunya

Kemudian terkait tarian belly dance yang disuguhkan oleh pengelola restoran, diakui sama sekali tidak ada hubungannya dengan rapat kerja Transjakarta.

"Sehingga sangat tidak layak dan patut jika hal tersebut diberitakan seolah-olah ditonton oleh peserta rapat," ungkapnya.

Fakta lain, kata Tjahyadi, kehadiran penari perut atau belly dance justru tidak diketahui oleh pihak almarhum kala melakukan reservasi restoran tersebut.

Sebab, tak ada pemberitahuan akan ada show atau acara serta pengumuman soal belly dance tersebut.

Baca juga: Gegara Korsleting Listrik Lagi, Puluhan Rumah dan Kios di Pasar Gaplok Senen Ludes Terbakar

Selain itu, lanjut Tjahyadi, penari perut tersebut memang menghibur semua pengunjung, bukan untuk peserta rapat direksi PT TransJakarta dan serikat pekerja.

"Si  penari ini tidak masuk lebih dari setengah meter dari pintu dimana bapak-bapak ini rapat atau berdiskusi mengenai visi misi perusahaan. Terlihat juga  beliau membelakangi dan tidak terpengaruh oleh apa yang dilakukan penari tersebut. Semua fokus pada apa yang dibahas. Ini bukan sekedar makan-makan tapi ada data dan question-question yang dibahas," jelasnya.

Viralnya video dan ramainya pemberitaan direksi Transjakarta menggelar rapat sambil nonton belly dance itu berdampak pada dua anak almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengalami depresi berat.

Menurut pihak keluarga, imformasi yang disampaikan Adi Kurnia di dalam rapat Komisi B DPRD DKI menjurus pada fitnah dan pencemaran nama baik.

Oleh karena itu, mereka menuntut Adi Kurnia dan penyebar video untuk memintah maaf dalam waktu 2x24 jam sebelum diambil langkah ke ranah hukum. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved