Keluarga Eks Dirut Transjakarta Bakal Tempuh Jalur Hukum, Adi Kurnia: Sah-sah Saja

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi buka suara soal keluarga eks Dirut Transjakarta yang akan menempuh jalur hukum.

Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi dan istri, artis Eka May Linda atau dikenal Melinda Cinta Satu Malam saat ditemui di kawasan Condet, Jakarta Timur, Rabu (21/4/2021). 

Menurutnya langkah ini sudah benar karena video tersebut disampaikannya dalam rapat resmi dan tidak menyudutkan satu nama.

"Ini menurut saya miskomunikasi aja, salah paham karena saya sebagai wakil rakyat, anggota dewan punya pengawasan, punya fungsi kontrol untuk bagaimana aduan masyarakat ini saya tindak lanjuti. Saya ingatkan agar ke depannya Transjakarta ini lebih baik lagi," lanjutnya.

"Intinya apa yang dituduhkan oleh keluarga korban almarhum kepada saya itu fitnah, saya menganggap ini miskomunikasi. Saya gak pernah menyebarkan video. Silakan saya berani pertanggung jawabkan ucapan saya," ungkapnya.

Sebut desakan permohonan maaf 'salah alamat'

Masih di tengah suasana berkabung lantaran ayahnya baru saja tutup usia, ia mengatakan tak pernah menyudutkan pihak mana pun ketika membicarakan soal video tersebut di dalam rapat yang berlangsung beberapa waktu lalu itu.

Berangkat dari laporan masyarakat, ia akhirnya mengutarakan hal tersebut.

"Itu menurut saya, saya sebagai muslim bukan tidak legowo, tapi perlu diketahui, di dalam saya sampaikan temuan saya atas laporan masyarakat. Tentang jajaran direksi itu di forum resmi saya sampaikan, dan di situ saya tidak pernah menyebutkan nama, tidak pernah sebutkan nama seseorang," katanya.

Menurutnya, kasus ini perlu digaris bawahi. Sebagai wakil rakyat, ia memiliki hak untuk menyampaikan laporan masyarakat termasuk soal video tersebut dalam rapat resmi.

Selain itu, kata Adi, ia tak pernah menyerang secara pribadi kala menyebutkan persoalan video tersebut dalam rapat.

"Kedua saya sebagai wakil rakyat punya hak imun saya sampaikan laporan masyarakat itu di rapat resmi. Dan, saya juga tidak pernah menyebarkan video itu walaupun faktanya ada. Intinya yang perlu digaris bawahi saya tidak menyerang pribadi, apalagi orang yang sudah almarhum. Saya tidak permah sebut nama dan saya demi Allah tidak ada sebar video," lanjutnya.

Ia pun mengklaim permohonan maaf yang didesak keluarga almarhum untuknya adalah 'salah alamat'.

"Saya mau tegaskan kalau kemarin ada permyataan atau rilis dari keluarga almarhum, itu menurut saya salah alamat. Salah alamatnya saya kan gak serang pribadi orang. Faktanya empat direksi itu kan masih hidup, itu ruang rapat kan terbuka untuk umum, visual dan audio direkam," jelasnya.

Sebagai informasi, pihak keluarga besar mantan Dirut Transjakarta, almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo tunggu itikad baik dan permohonan maaf dari Anggota Komisi B DPRD DKI Fraksi Gerindra, Adi Kurnia dan sejumlah pihak lainnya.

Setelah memberikan klarifikasi perihal pemberitaan terkait video viral yang melibatkan direksi Transjakarta rapat sambil nonton belly dance, kini keluarga besar almarhum meminta permohonan maaf dari pihak yang terlibat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved