Keluarga Eks Dirut Transjakarta Desak Adi Kurnia Minta Maaf Soal Belly Dance: Ini Miss Komunikasi

Adi Kurnia Setiadi menyebut desakan permintaan maaf dari keluarga eks Dirut Transjakarta, almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo hanya miss komunikasi.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi dan istri - Adi Kurnia Setiadi menyebut desakan permintaan maaf dari keluarga eks Dirut Transjakarta, almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo hanya miss komunikasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi menyebut desakan permintaan maaf dari keluarga eks Dirut Transjakarta, almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo hanya miss komunikasi.

Sebelumnya, keluarga almarhum Sardjono diketahui menuntut politisi Gerindra ini meminta maaf atas viralnya video dan pemberitaan tari perut atau belly dance dalam rapat direksi TransJakarta semasa kemimpinan Sardjono Jhony Tjitrokusumo.

Dalam waktu 2x24 jam yang terhitung sejak Selasa (14/12/2021) lalu, itikad baik tersebut diberikan untuk Adi serta beberapa pihak lain yang terlibat untuk segera meminta maaf.

Namun, setelah dikonfirmasi, Adi mengatakan bahwa ini hanyalah soal miss komunikasi atau proses komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.

"Jadi ini menurut saya kalau keluarga korban meminta permohonan maaf terhadap saya, saya sebagai seorang muslim menyatakan ini miss komunikasi.

Baca juga: Keluarga Eks Dirut Tranjakarta Desak Politisi Gerindra Minta Maaf, Adi Kurnia: Itu Salah Alamat

Karena saya sebagai orang yang beradab, beretika, bermoral, beragama, saya tidak pernah menyebutkan nama sesorang. Saya hanya menyebut direksi dan saya tidak ada itu sebarkan (video itu)," katanya saat dihubungi, Kamis (16/12/2021).

Selanjutnya, kata Adi, ia menyampaikan video tersebut berangkat dari adanya laporan masyarakat yang menyoal hal tersebut.

Suasana keluarga besar mantan Dirut Transjakarta, almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo sampaikan klarifikasi soal video jajaran direksi Tranjakarta rapat sambil nonton belly dance, Selasa (14/12/2021)
Suasana keluarga besar mantan Dirut Transjakarta, almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo sampaikan klarifikasi soal video jajaran direksi Tranjakarta rapat sambil nonton belly dance, Selasa (14/12/2021) (Nur Indah Farrah Audina / Tribun Jakarta)

Menurutnya langkah ini sudah benar karena video tersebut disampaikannya dalam rapat resmi dan tidak menyudutkan satu nama.

"Ini menurut saya miskomunikasi aja, salah paham karena saya sebagai wakil rakyat, anggota dewan punya pengawasan, punya fungsi kontrol untuk bagaimana aduan masyarakat ini saya tindak lanjuti. Saya ingatkan agar ke depannya Transjakarta ini lebih baik lagi," lanjutnya.

"Intinya apa yang dituduhkan oleh keluarga korban almarhum kepada saya itu fitnah, saya menganggap ini miskomunikasi. Saya gak pernah menyebarkan video. Silakan saya berani pertanggung jawabkan ucapan saya," ungkapnya.

Baca juga: Transjakarta Tabrak Pejalan Kaki di Pasar Minggu, Alasan Sopir Dinyatakan Tak Bersalah

Salah alamat

Adi Kurnia Setiadi buka suara soal desakan permintaan maaf dari keluarga eks Dirut Transjakarta, almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo.

Sebagai wakil rakyat, ia memiliki hak untuk menyampaikan laporan masyarakat termasuk soal video tersebut dalam Rapat resmi.

Selain itu, kata Adi, ia tak pernah menyerang secara pribadi kala menyebutkan persoalan video tersebut dalam Rapat.

Baca juga: Keluarga Eks Dirut Transjakarta Curiga Sosok Mr Black yang Sebarkan Video Rapat dengan Belly Dance

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved