Cerita Kriminal

Marak Kasus Kekerasan Seksual Anak, Kang Emil Serukan Lawan secara Sistematis

Ia juga mendengar kabar bahwa anak korban kekerasan seksual ini resah hingga enggan kembali melanjutkan pendidikan di sekolah.

Tayang:
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Acos Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) didampingi Wali Kota Depok Mohammad Idris (kanan) saat meninjau penataan Situ Rawa Kalong di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Sabtu (18/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyebut maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak dibawah umur yang terjadi di sejumlah daerah perlu menjadi perhatian penting bagi semua pihak.

“Itu terjadi dimana-mana, enggak hanya di Jawa Barat kan, di Jateng, Sumut. Ini menjadi perhatian semua agar melawan ini tuh secara sistematis,” katanya usai meninjau progress penataan Situ Rawa Kalong di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Sabtu (18/12/2021).

Atas sejumlah kejadian di Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan ke Kementerian Agama, agar lebih ketat dalam pengawasan dan mengaudit lembaga sekolah keagamaan.

“Kami mengusulkan juga Kemenag agar punya pengawasan lebih ketat dan mengaudit lembaga-lembaga sekolah keagamaan,” ungkapnya.

Baca juga: Komnas PA Ungkap Sikap Korban Kekerasan Seksual Lebih Percaya Lapor Media Sosial Ketimbang ke Polisi

Baca juga: Guru Ngaji di Tangerang Jadi Tersangka, Lakukan Pelecehan Kepada 2 Murid: Alih-alih Isi Tenaga Dalam

Kang Emil mneyampaikan saat ini pihaknya juga tengah menggencarkan layanan nomor hotline aduan agar para korban pelecehan tidak takut untuk melapor.

“Kami juga mempopulerkan nomor-nomor hotline untuk melatih budaya warga yang mengalami pelecehan itu jangan ragu-ragu untuk segera menghubungi di momen terjadinya ketidaknyamanan. Aturan juga kami coba sempurnakan, perbaikan, sampai suatu hari Insya Allah tidak terdengar lagi berita-berita yang menyedihkan seperti ini,” jelasnya.

Ia juga mendengar kabar bahwa anak korban kekerasan seksual ini resah hingga enggan kembali melanjutkan pendidikan di sekolah.

Baca juga: Takut Aksi Bejat Terbongkar, Guru Pesantren di Bandung yang Rudapaksa 12 Santri Sogok Ortu Korban

Baca juga: Tipu Muslihat Herry Sembunyikan Perbuatan Bejat Agar Tak Ketahuan Tetangga: Antar Santri Belanja

Oleh sebab itu, ia meminta agar media jangan menggali informasi dari korban.

“Pelakunya sudah ditangkap, korban sudah dilindungi. Sekarang ramai tuh anak-anaknya kan resah lagi kan ada yang enggak mau sekolah karena takut ketahuan, malu, padahal sudah kita rahasiakan,” imbuhnya.

Nah, itu yang saya maksud, media juga jangan segala dikorek ke orang tua dan korbannya. Itulah prinsip perlindungan terhadap korban, karena kan malu. Jadi, itu harus dihargai juga,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved