Polisi Amankan 37 Anggota Geng Motor di Cisoka, Ada yang Dari Bikini Botom

Polsek Cisoka menyisir bersih anggota geng motor yang belakangan meresahkan warga Kabupaten Tangerang.

Istimewa
Polisi telah mengamankan 37 anggota geng motor yang menyimpan berbagai senjata tajam di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Minggu (19/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CISOKA - Polsek Cisoka menyisir bersih anggota geng motor yang belakangan meresahkan warga Kabupaten Tangerang.

Sebab, polisi telah mengamankan 37 anggota geng motor yang menyimpan berbagai senjata tajam.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu viral di media sosial ada sekumpulan geng motor yang berkeliaran di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang menggunakan senjata tajam.

Hal tersebut pun menghantui warga di sana terutama bila beraktifitas pada malam hari.

Kapolsek Cisoka, AKP Nurrokhman mengatakan, jajarannya berhasil mengamankan 37 anggota geng motor dari berbagai kelompok.

"Telah mengamankan orang diduga pelaku tawuran geng motor," singkat Nurrokhman saat dihubungi, Minggu (19/12/2021).

Baca juga: Bentrok Antar Geng Motor Pecah di Taman Sari, Kapolsek: Ingin Merasa Hebat

Ke-37 orang tersebut datang dari berbagai kelompok yakni, Geng All star Tigaraksa sebanyak 15 Orang.

Kemudian Geng Bikini Botom empat orang, lalu, alumni STM Pembangunan sebanyak 18 orang yang diamankan.

Baca juga: Bentrok Antar-Geng Motor Pecah di Jalan Gajah Mada Taman Sari, 8 Remaja Bersajam Dicokok Polisi

"Ikut diamankan juga sepeda motor sebanyak 19 unit dan senjata tajam dari berbagai jenis sebanyak 22 unit," ujar Nurrokhman.

Sebagai informasi, penangkapan puluhan anggota geng bersenjata tajam tersebuh saat kepolisian melalukan patroli malam dari Sabtu (18/12/2021) sampai Minggu (19/12/2021).

Peristiwa Lain

Bentrok Antar Geng Motor di Taman Sari

Petugas Polsek Metro Taman Sari merilis tersangka dan barang bukti kasus tawuran antar-geng motor yang mengakibatkan 2 korban luka di Kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat.
Petugas Polsek Metro Taman Sari merilis tersangka dan barang bukti kasus tawuran antar-geng motor yang mengakibatkan 2 korban luka di Kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat. (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Bentrok antar geng motor terjadi di Jalan Gajah Mada, tepatnya dekat Gedung Arsip, Taman Sari, Jakarta Barat pada Sabtu (4/12/2021).

Bentrok antar geng motor itu memakan dua korban luka bacok.

Geng motor bernama Aliansi Utara Pusat (UP) bersama Kelompok Pemuda Cikupa Tangerang menyerang geng Aliansi Barat Bersatu.

Sebelum bentrokan itu, mereka juga saling serang di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (3/12/2021).

Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Iver Son Manosoh mengatakan motif utama kedua geng motor itu saling serang karena ingin mendapatkan pengakuan.

"Pengakuan bahwa kelompok ini merasa paling hebat dari kelompok lain. Jadi mereka ingin menunjukkan eksistensi di depan publik dan media sosial," ujar Iver Son saat rilis ungkap kasus tersebut pada Senin (13/12/2021).

Iver Son mengatakan selain ingin mendapatkan pengakuan, bentrokan itu dilatarbelakangi balas dendam.

Sebab, berdasarkan kronologis kejadian, salah satu anggota geng motor Aliansi Barat Bersatu sempat mengalami luka bacokan akibat bentrokan di kawasan Patung Kuda pada Jumat (3/12/2021) silam.

"Jadi ada unsur dendam dari peristiwa awal di Gambir sebelum kejadian di Taman Sari," katanya.

Kedua kubu akhirnya janjian kedua kalinya untuk kembali saling serang.

Kronologi

Dua remaja berinisial GL (18) dan MA (17) mengalami luka bacok di tubuhnya usai terlibat bentrok dengan geng motor di Jalan Gajah Mada, Taman Sari, Jakarta Barat pada Sabtu (4/12/2021) dini hari.

Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Iver Son Manosoh menjelaskan peristiwa pembacokan kepada dua remaja itu merupakan buntut dari bentrokan sebelumnya yang terjadi pada Jumat (3/12/2021) dini hari.

Hari itu, sekitar pukul 02.30 WIB, geng motor Aliansi Utara Pusat (UP) yang bergabung dengan kelompok Pemuda Cikupa Tangerang telah janjian dengan Kelompok Aliansi Barat Bersatu untuk saling bacok di Patung Kuda Gambir, Jakarta Pusat.

"Pada peristiwa itu, menimbulkan korban luka dari pihak Aliansi Barat Bersatu. Namun, kasus tersebut tidak dilaporkan ke pihak kepolisian," ujar Iver Son saat rilis ungkap kasus tersebut di Polsek Taman Sari pada Senin (13/12/2021).

Keesokan harinya pada Sabtu (4/12/2021), kedua kubu tersebut kembali janjian via media sosial untuk saling serang lagi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat.

Kedua geng motor itu kemudian bertemu di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di sekitar Kantor RRI, Gambir, Jakarta Pusat.

"Sekitar pukul 03.00 WIB, di lokasi tersebut terjadi saling serang menggunakan batu, sajam (senjata tajam) dan petasan," katanya.

Dalam aksi kekerasan itu, kelompok Aliansi UP terdesak sampai ke Jalan Majapahit, tepatnya dekat lampu merah Harmoni.

Aliansi UP terus melarikan diri menuju Jalan Gajah Mada, wilayah Taman Sari, Jakarta Barat.

"Persis di depan Kantor Arsip, anggota Geng inisial GL dan MA menabrak mobil yang terparkir di pinggir jalan sehingga keduanya terjatuh," jelasnya.

Saat terjatuh, kedua remaja ini menjadi bulan-bulanan kelompok Aliansi Barat Bersatu.

Kawanan geng motor itu menyerang GL dan MA menggunakan senjata tajam.

"Kedua korban lalu ditemukan oleh aparat Polsek Taman Sari yang belum lama melaksanakan kegiatan patroli," tambahnya.

Kedua korban dilarikan ke RSUD Taman Sari untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.

"Tim Reserse Kriminal (Reskrim) kami bisa mengidentifikasi kelompok kedua geng motor lalu memburu pelaku," katanya.

Polisi pun telah mengamankan sebanyak 8 pelaku dari kedua kubu yang terlibat bentrokan.

Saat ini, pihaknya masih memburu tiga pelaku lagi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved