Waspada Banjir Rob Sampai 22 Desember di Pesisir Utara Jakarta, Ini Daftar Wilayahnya
Pemprov DKI beri peringatan waspada banjir rob untuk wilayah pisisir utara Jakarta.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yusmada Faizal, mengatakan, proses pembangunan tanggul NCICD akan terus diupayakan secara berkelanjutan dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, terutama para stakeholder yang aktivitasnya bersinggungan langsung dengan trace tanggul NCICD.
"Dinas SDA akan mendorong dan mengupayakan agar para stakeholder yang berada di area pesisir Jakarta juga dapat turut membantu dalam proses pembangunan tanggul," tuturnya.
"Sehingga target untuk mengamankan wilayah pesisir DKI Jakarta dapat segera tercapai," tambahnya menjelaskan.
Sebagai informasi, banjir rob yang terjadi kemarin disebabkan oleh limpasan air laut yang melewati tanggul, karena tinggi tanggul existing saat ini tidak mampu menahan gelombang pasang air laut, terutama jika tinggi muka air laut melebihi +240 PP.
Rata-rata tinggi genangan yang terjadi akibat banjir rob tersebut setinggi 20-50 sentimeter.
Tingginya pasang laut yang terjadi sejak 3 Desember 2021 ini juga menyebabkan pembangunan tanggul NCID terkendala untuk sementara waktu.
Yusmada menambahkan, NCICD merupakan proyek strategis nasional untuk membangun tanggul pantai di sepanjang garis pantai Jakarta.
"Selain untuk menanggulangi banjir rob, pembangunan tanggul NCICD dilakukan sebagai upaya pengamanan dan penataan kawasan pesisir Utara Jakarta serta perbaikan lingkungan," kata dia.
Selain melanjutkan pembangunan tanggul NCID, Pemprov DKI juga berencana membangun 2 sistem polder pesisir, yaitu Polder Kamal dan Marunda yang terdiri dari pintu air, pompa, dan waduk.
Polder tersebut nantinya akan terintegrasi dengan tanggul NCICD yang saat ini masih berproses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pasang-tali-di-jala-lodan-raya.jpg)