Makin Diminati, Ternyata Ini Jenis Kopi Yang Sering Dipakai di Gerai Kopi Kekinian

Bagi Anda penikmat kopi, tahukah jenis kopi apa yang paling banyak dipakai di gerai-gerai kekinian?

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muji Lestari
Designed by Freepik
Ilustrasi Kopi 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bisnis kopi kekinian semakin menjamur di Indonesia.

Jika dulu 'ngopi' menjadi salah satu rutinitas yang banyak dilakukan oleh orang tua dan dewasa, kini kaum muda semakin banyak yang menjadikan kopi sebagai sebuah gaya hidup.

Tak heran, berbagai variasi menu kopi juga kerap bermunculan di gerai-gerai ternama.

Baca juga: Keren! 36 Petani Kopi Indonesia Bersaing di Kompetisi Kopi Specialty Internasional

Bagi Anda penikmat kopi, tahukah jenis kopi apa yang paling banyak dipakai di gerai-gerai kekinian?

Menurut Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa, sebagai salah satu negara penghasil kopi, Indonesia cenderung lebih banyak memproduksi jenis kopi robusta, ketimbang dengan jenis kopi arabica.

"Kita di Indonesia otomatis 70% robusta, 30 arabica. Jadi, kalau di kafe-kafe (menyajikan) specialty kopi, otomatis arabica. Tapi, kita tahu produksi kita paling banyak itu di robusta, dan eksport paling banyak di Indonesia adalah robusta," kata dia ditemui di kawasan Kemang, Rabu (22/12/2021).

Baca juga: Rasakan Sensasi Vaksinasi Covid-19 di Pasar Slipi Sambil Nikmati Kopi Spesial Racikan Barista

Sehingga, bila bicara tentang jenis kopi paling diminati, ia menyebutkan robusta paling banyak dicari.

Akan tetapi, menurutnya terdapat kafe-kafe yang menyajikan specialty kopi dengan jenis kopi arabica.

Sederhananya, specialty kopi adalah kopi yang memiliki kualitas bagus.

Kekinian, gerai-gerai kopipun mulai menyajikan menu sesuai dengan standar mereka. Misalnya, mencampurkan kopi robusta, dengan kopi arabica.

Tren ini, inilai cukup baik karena dianggap dapat menaikan jumlah konsumsi kopi di Indonesia.

Ilustrasi Kopi
Ilustrasi Kopi (healthline)

Ia pun menilai, bahwa menjamurkan gerai kopi kekinian saat ini, juga berpotensi memicu pertumbuhan industri kopi di Indonesia. Dengan begitu, para petani pun semakin sejahtera kedepannya.

"Sebenernya bagus untuk memicu industri kopi Indonesia. Jadi, dengan uang asing masuk, itu bisa meng-create new market di perkopian ini. Mereka bakal buka cabang banyak, itu bisa create konsumsi kita yang bakal naik," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved