Cerita Kriminal

Niat Mau Bercinta Satu Malam Sama Teman Online, Pria di Tangsel Dibius dan Dibawa Lari Mobilnya

Niat mau bercinta satu malam dengan teman kencannya, pria di Tangerang Selatan malah kehilangan mobil dan harta bendanya.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Jaisy Rahman Tohir / TribunJakarta
Rilis kasus pencurian mobil modus kencan semalam, di Mapolres Tangsel. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Niat mau bercinta satu malam dengan teman kencannya, pria di Tangerang Selatan malah kehilangan mobil dan harta bendanya.

Adalah AF, pria berusia 46 tahun tersebut yang menjadi korban pencurian yang dilakukan teman kencannya VP (44).

VP tidak sendirian melainkan ditemani oleh keenam tersangka lainnua yakni JS (39), ZS,(30), IM (42), A (40) dan E (40).

Korban mengaku kehilangan barang berharga berupa handphone, dompet dan mobil jenis MPV yang terparkir.

Saat itu korban akan melakukan hubungan badan di sebuah hotel kawasan BSD, Tangerang Selatan. 

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Imanudin mengungkapkan, empat dari enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka telah ditahan di Mapolres Tangerang Selatan.

Sementara, dua orang lain masih dalam pengejaran polisi.

Baca juga: Istri Banting Tulang, Suami di Lombok Malah Buat Anak Kandung Nangis Karena Perbuatan Bejat di Kamar

"Tindak pidana pencurian dengan dilakukan enam tersangka, empat tersangka sudah diamankan dan dua orang suami istri. Dua lainnya kami tetapkan sebagai buron," kata Iman, Jumat (24/12/2021).

Ia menjelaskan, aksi pencurian dengan modus pemesanan jasa seks online itu, bermula dari perkenalan korban AF terhadap seorang wanita, VP.

"Awalnya korban berkenalan dengan wanita mengaku sebagai PSK lewat aplikasi Tantan, kemudian membuat janji untuk bertemu di sebuah hotel," jelas Iman.

Dari pertemuan pertama di kamar hotel itu, VP yang berperan sebagai PSK memberikan minuman kopi.

Baca juga: Gelagat Mencurigakan Perawat RUSD Kota Bekasi Sebelum Lakukan Dugaan Asusila ke Ibu Pasien

Usut punya usut, kopi itu sudah dicampur pelaku dengan obat bius untuk diminum korban.

"Pelaku memberikan kopi yang dicampur obat, dikatakan pelaku itu obat kuat, selanjutnya korban sempoyongan dan tak baru sadar pukul 03.00 WIB," papar Iman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved