Antisipasi Virus Corona di DKI

Wakil Wali Kota Jaksel: Selain Covid-19, Kasus DBD juga Mengancam Warga

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji dijumpai wartawan di Asrama Dinas Lingkungan Hidup, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Menurut Isnawa, masyarakat perlu mengantisipasi DBD selain mencegah penyebaran virus Covid-19.

"Walaupun masih di tengah pandemi Covid-19, tetapi kasus DBD juga mengancam," kata Isnawa dalam keterangannya, Sabtu (24/12/2021).

Isnawa mengimbau warga di Jakarta Selatan untuk rajin membersihkan rumah dan lingkungannya guna memastikan terbebas dari jentik nyamuk.

"Kemungkinan tempat-tempat berkembangnya jentik nyamuk sangat memungkinkan di musim penghujan," ujar mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta itu.

Baca juga: Antisipasi Penyakit DBD, Pemkot Jaksel Berantas Sarang Nyamuk di Kebayoran Lama

Sebelumnya, kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Jakarta Selatan terus bertambah.

Sepanjang Desember 2021 ini, terjadi peningkatan 176 kasus DBD di Jakarta Selatan

Dengan demikian, total kasus DBD di Jakarta Selatan selama periode Januari hingga Desember 2021 mencapai 600 kasus. Warga yang terjangkit DBD berusia dari balita hingga dewasa.

"DBD sampai dengan Desember ini jumlah total 600 kasus," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Selatan M Helmi saat dikonfirmasi, Minggu (19/12/2021).

Ilustrasi nyamuk demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. (Tribunnews)

Meskipun demikian, Helmi menyebut kasus DBD di Jakarta Selatan tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan pada 2020.

"Masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu itu sekitar 1000-an (kasus DBD)," ujar dia.

Guna mengantisipasi meningkatnya kasus DBD, Helmi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih.

"Kita juga menjalankan jumantik (juru pemantau jentik) mandiri sehingga warga bisa membersihkan sendiri. Itu tetap kita lakukan," pungkas Helmi.
 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved