Antisipasi Penyakit DBD, Pemkot Jaksel Berantas Sarang Nyamuk di Kebayoran Lama

Petugas Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan melakukan pemberantasan sarang nyamuk di sejumlah titik. 

Tribunnews
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Petugas Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan melakukan pemberantasan sarang nyamuk di sejumlah titik. 

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pemberantasan sarang nyamuk itu bertujuan untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan di rumah-rumah warga, RPTRA, hingga tempat pemakaman umum (TPU).

"Kegiatan ini untuk menekan angka kasus DBD di musim penghujan tahun ini. Sekarang kan sudah masuk musim pancaroba, musim penghujan, di mana potensi kenaikan kasus DBD juga harus kita antisipasi," kata Isnawa dalam keterangannya, Sabtu (25/12/2021).

Isnawa juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya memberantas sarang nyamuk di wilayahnya.

"Ayo kita monitor wilayah kita. Peran serta masyarakat harus kita tingkatkan terus," ujar dia.

Sebelumnya, Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Jakarta Selatan terus bertambah.

Baca juga: Istri Banting Tulang, Suami di Lombok Malah Buat Anak Kandung Nangis Karena Perbuatan Bejat di Kamar

Sepanjang Desember 2021 ini, terjadi peningkatan 176 kasus DBD di Jakarta Selatan. 

Dengan demikian, total kasus DBD di Jakarta Selatan selama periode Januari hingga Desember 2021 mencapai 600 kasus. Warga yang terjangkit DBD berusia dari balita hingga dewasa.

"DBD sampai dengan Desember ini jumlah total 600 kasus," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Selatan M Helmi saat dikonfirmasi, Minggu (19/12/2021).

Meskipun demikian, Helmi menyebut kasus DBD di Jakarta Selatan tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan pada 2020.

"Masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu itu sekitar 1000-an (kasus DBD)," ujar dia.

Guna mengantisipasi meningkatnya kasus DBD, Helmi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih.

"Kita juga menjalankan jumantik (juru pemantau jentik) mandiri sehingga warga bisa membersihkan sendiri. Itu tetap kita lakukan," pungkas Helmi.

 
 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved