Berawal dari Hinaan, Pria di Semarang Dianiaya Pakai Botol Kosong hingga Kepala Luka-luka

Berawal dari hinaan, seorang pria di Semarang, Jawa Tengah menjadi korban penganiayaan.

Editor: Siti Nawiroh
iStock
Ilustrasi pemukulan atau penganiayaan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berawal dari hinaan, seorang pria di Semarang, Jawa Tengah menjadi korban penganiayaan.

Dua pelaku kesal lantaran korban bernama Andreas melakukan penghinaan.

Andreas  menghina kedua pelaku tidak mampu membeli minuman bermerek atau minuman keras yang mahal.

Ketika kejadian mereka dalam pengaruh minuman keras, Jumat (17/12/2021).

Kedua pelaku itu masing-masing Joko dan Paimo.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Hilang Nyawa Dihantam Senjata Tajam di Kepala, Polsek Cengkareng Amankan 9 Pelajar

Hal itu dipicu ucapan korban, Andreas, yang mengatakan kepada sejumlah warga tidak mampu membeli minuman keras jenis red label.

Andreas juga menunjuk-nunjuk kepada salah satu tersangka, Paimo, bahwa dirinya adalah C**a Kere Cikirikik sebutan lokal yang berarti C**a tak mampu.

"Andreas nunjuk-nunjuk Paimo, katanya Paimo itu C**a kere cikirikik, mana mampu beli minuman keras itu," tutur seorang tersangka, Joko Rusmanto saat di Polrestabes Semarang, Rabu (5/1/2022).

Tak terima dengan ucapan tersebut, kemudian Andreas dipukul di bagian kepalanya oleh Paimo dan Joko menggunakan botol minuman yang sudah kosong.

Botol minuman yang dipukulkan berupa botol red label.

"Saya pukul pakai botol yang sudah kosong isinya," ucap Joko.

Andreas kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan (Tribunnews.com)

Setelah kejadian, sebetulnya Joko berupaya menyelesaikan kasus penganiyaan tersebut dengan cara kekeluargaan.

Mereka telah mendatangi rumah Andreas namun ditolak.

Berbeda dengan Joko yang gentlemen menghadapi kasus itu, Paimo memilih kabur entah kemana.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved