Breaking News:

Vaksin Booster Dimulai Hari Ini, Dinkes DKI: Kita Manfaatkan yang Ada di Puskesmas

Pemberian vaksin ketiga atau booster di DKI Jakarta pada hari ini memanfaatkan stok vaksin yang sudah ada.

Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com
Puluhan warga menjalani vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (12/1/2022). Pemberian vaksin ketiga atau booster di DKI Jakarta pada hari ini memanfaatkan stok vaksin yang sudah ada. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemberian vaksin ketiga atau booster di DKI Jakarta pada hari ini memanfaatkan stok vaksin yang sudah ada.

Sebagai bentuk antisipasi dan proteksi diri dari penularan varian baru Covid-19, Omicron, vaksin booster telah dimulai pada hari ini, Rabu (12/1/2022).

Untuk di DKI, kick off pada hari pertama berlangsung di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kendati begitu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menuturkan untuk stok vaksin masih menggunakan persediaan yang ada.

"Jadi hari pertama ini kita memanfaatkan vaksin yang sudah ada di fasilitas pemerintah terutama di puskesmas dulu sambil kita terus berproses. Bukan hanya Puskesmas, tapi seluruh fasilitas milik pemerintah pemerintah termasuk TNI, Polri termasuk kolaborator kita akan laksanakan," jelasnya di Balai Kota DKI, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Cerita Lansia 79 Tahun Lega Setelah Vaksinasi Booster di Puskesmas Cilandak: Buat Pertahanan Diri

Baca juga: Puskesmas Cilandak Targetkan 12 Ribu Lansia Disuntik Vaksin Covid-19 Booster

Adapun jenis vaksin yang diberikan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin di puskesmas dan dapat dilakukan kombinasi vaksin yang ditentukan Kemenkes RI, yakni Vaksin dosis 1 dan dua Sinovac -> Vaksin booster: Pfizer 1/2 dosis (0,15cc).

Kemudian vaksin dosis 1 dan 2 Sinovac -> Vaksin booster: AstraZeneca 1/2 dosis (0,25cc)

Serta, vaksin dosis 1dan 2 Astrazeneca -> Vaksin booster: Moderna 1/2 dosis (0,25cc)

"Mungkin sudah masuk perhitungan, tapi untuk distribusi sampai ke titik kan tidak serta merta mendapatkan dengan jumlah tingkat sasaran kalau kita hitung dari jumlah 18 tahun ke atas sekitar 8 juta. Kalau umur 18 tahun ke atas segitu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved