Breaking News:

Cerita Kriminal

Bos Investasi E-Dinar Coin Cash Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar

Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bekasi menggelar sidang vonis kasus penipuan investasi E-Dinar Coin Cash (EDCCash), Jumat (14/1/2022).

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Yusuf Bachtiar/TribunJakarta.com
Sidang vonis kasus investasi EDCCash di Pengadilan Negeri Bekasi dengan terdakwa Abdulrahman Yusuf, Jumat (14/1/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bekasi menggelar sidang vonis kasus penipuan investasi E-Dinar Coin Cash (EDCCash), Jumat (14/1/2022).

Bos EDCCash Abdulrahman Yusuf, divonis dengan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

Vonis dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi yang dipimpin dipimpin Rakhman Rajagukguk dan dua orang hakim anggota Ranto Pasaribu serta Ropik.

Selama sidang berlangsung, terdapat ratusan member EDCCash yang memadati ruang tunggu lantai dasar Gedung PN Bekasi.

Mereka menyaksikan secara bersama-sama jalannya persidangan yang disiarkan melalui tayangan langsung melalui layar besar.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Abdulrahman Yusuf dengan pidana enam tahun dan denda sebesar Rp10 Miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan satu bulan," kata Hakim Ketua Rakhman.

Berdasarkan fakta persidangan, bos EDCCash terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pasal 9 UU RI nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Suasana sidang kasus investasi EDCCash di PN Bekasi, Jumat (14/1/2022).
Suasana sidang kasus investasi EDCCash di PN Bekasi, Jumat (14/1/2022). (Yusuf Bachtiar/TribunJakarta.com)

Baca juga: Rumah Tahfidz Quran di Bekasi Kebakaran, Santri Asal Filipina Tewas Terperangkap Kobaran Api

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), di mana Abdulrahman Yusuf didakwa dengan hukuman 10 tahun penjara.

Selain Abdulrahman Yusuf, terdapat lima terdakwa lain yang hari ini mengikuti sidang vonis kasus penipuan investasi EDCCash.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved