Cerita Kriminal
Terekam CCTV: Duel Tukang Roti Lawan Komplotan Begal di Jalan Mandor Demong Bekasi, Korban Kritis
Pedagang roti bernama Willy menjadi korban begal ketika melintas di Jalan Mandor Demong, Kecamatan Mustikajaya.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Pedagang roti bernama Willy menjadi korban begal ketika melintas di Jalan Mandor Demong, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (19/1/2022) dini hari.
Detik-detik aksi pembegalan tersebut terekam CCTV rumah warga, korban terlihat diserang sekelompok pemuda bersenjata tajam.
Dalam rekaman CCTV, korban terlihat dipepet kendaraan pelaku hingga terjatuh. Ia selanjutnya diserang secara membabi buta menggunakan celurit.
Korban berusaha melawan ketika pelaku hendak merampas sepeda motornya, duel pun tidak terelakkan hingga menyebabkan pedagang roti luka-luka.
Kapolsek Bantargebang Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Samsono, mengatakan, peristiwa begal tersebur benar terjadi di wilayah hukumnya.
"Jadi memang terjadi percobaan pencurian dengan kekerasan, korbannya merupakan pedagang roti," kata Samsono, Kamis (20/1/2022).
Kronologi bermula saat korban berkendara seorang diri menggunakan sepeda motor Yamaha N-Max, ia hendak memgantar roti dari Rawalumbu menuju Ciketing Asem Mustikajaya.
Baca juga: Cerita Penangkapan Baharudin: Tercium Ngumpet di Kapal Cumi Gang Kepiting, Langsung Dijaring Polisi
"Pada saat perjalanan melintas di Jalan Mandor Demong, korban dipepet tiga sepeda motor yang ditunggangi anak-anak remaja," jelasnya.
Korban lanjut Samsono, berusaha melawan meski kelompok pelaku menggunakan senjata tajam. Alhasil, bagian tangan korban terluka usai terkena sabetan celurit.
"Terjadi perlawanan, pelaku mebawa senjata tajam sehingga membuat korban terluka," paparnya.
Korban ketika berduel melawan kelompok begal berusaha berteriak minta tolong, alhasil suara gaduh membangun warga setempat yang datang memberikan pertolongan.
Baca juga: Tukang Gorengan yang Habisi Nyawa Penagih Utang di Tangsel Kini Kritis dan Terancam 15 Tahun Penjara
"Karena korbannya melawan dan teriak motornya tidak jadi diambil, pelaku diperkirakan berjumlah enam orang," paparnya.
Kondisi korban saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit, ia mendapat luka cukup para di bagian jari telunjuk saat menangkis sabetan celurit.
"Luka dijari telunjuk, saat ini kami sudah olah TKP (tempat kejadian perkara) dan masih melakukan penyelidikan," paparnya.