Satpol PP Tangsel Razia Prokes, Malah Temukan Panti Pijat Tanpa Masker dan Tanpa Busana

Aparat Satpol PP Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar razia protokol kesehatan atau prokes ke sejumlah tempat usaha, Jumat (21/1/2022) malam.

Istimewa
Terapis daiamankan dari panti pijat di Serpong, Jumat (21/1/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aparat Satpol PP Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar razia protokol kesehatan atau prokes ke sejumlah tempat usaha, Jumat (21/1/2022) malam.

Di antaranya adalah panti pijat di kawasan Ruko Golden Boulevard, Serpong.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Alfachry, mengatakan bahwa panti pijat harus mendapat izin dari Dinas Pariwisata untuk bisa beroperasi di tengah PPKM.

Seperti diketahui, saat ini Tangsel masih menerapkan PPKM level 2.

Saat Muksin dan tim memeriksa Vermogen Men's Health Massage, pihak pengelola tidak bisa menunjukkan izin operasional.

"Dalam rangka patroli PPKM. Kita keliling ke tempat usahsa, di antarnya tempat hiburan. Spa massage itu harus ada izin dari Dinas Pariwisata," kata Muksin saat dihubungi TribunJakarta.com, Sabtu (22/1/2022).

"Namun pada saat kita melakukan pemeriksaan dia tidak bisa memberikan bukti rekomendasi Dinas Pariwisata," tambahnya.

Aparat Satpol PP pun masuk ke dalam panti pijat pria itu untuk mengecek penerapan prokesya.

Baca juga: Suka Duka Wanita Jadi Pramugari Bus AKAP, Pernah Ngemper 4 Hari di Rumah Makan Saat Armada Mogok

Bukan prokes yang didapat, Muksin justru mendapati terapis memberikan pelayanan secara terbuka.

Bukan saja tanpa masker, terapis yang seluruhnya wanita itu melayani pelanggannya tanpa busana.

Pun para pelanggan, mereka didapati tengah  dalam kondisi telanjang.

"Kami dapati di sana ada 15 terapis dan ada 6 pelanggan. Kami dapati juga beberapa yang tidak mengenakan busana baik terapisnya maupun pelanggannya," kata Muksin.

Satpol PP Tangsel mendapati adanya kondom di panti pijat kawasan RGB Serpong, Jumat (21/1/2022).
Satpol PP Tangsel mendapati adanya kondom di panti pijat kawasan RGB Serpong, Jumat (21/1/2022). (Istimewa)

Muncul juga indikasi bahwa panti pijat tersebut merupakan tempat prostitusi.

Muksin mendapati alat kontrasepsi berupa kondom berserakan di panti pijat tersebut, yang bekas pakai maupun masih dibungkus.

"Kami menemukan ada beberapa alat kontrasepsi yang sudah digunakan dan masih utuh," ujarnya.

Panti pijat langsung disegel. Pengelola, terapis dan pelanggannya digiring ke Kantor Satpol PP Tangsel untuk diperiksa.

"Kalau ada PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) kita berkoordinasi dengan DInas Sosial," jar Muksin.

Namun, sampai siang ini, seluruhnya masih dalam pemeriksaan dan belum ada yang dipulangkan atau diproses lebih lanjut.

"Masih periksa," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved