Antisipasi Virus Corona di Depok

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Satgas Kota Depok Beberkan Penyebabnya

Angka kasus Covid-19 di Kota Depok terus meningkat tajam sejak beberapa pekan belakangan ini. Kondisi ini telah diprediksi bakal terjadi di Depok.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, saat dijumpai wartawan di Terminal Jatijajar - Angka kasus Covid-19 di Kota Depok terus meningkat tajam sejak beberapa pekan belakangan ini. Kondisi ini telah diprediksi bakal terjadi di Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Angka kasus Covid-19 di Kota Depok terus meningkat tajam sejak beberapa pekan belakangan ini.

Bahkan, dalam kurun waktu satu hari sempat terjadi peningkatan lebih dari 400 kasus yang dicatat oleh Satgas Covid-19 Kota Depok.

Menanggapi kondisi tersebut, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, hingga saat ini pihaknya menemukan bahwa klaster penularan keluarga dan tempat kerja masih menjadi faktor utama meningkatnya kasus Covid-19 ini.

“Jadi yang paling banyak itu klaster keluarga dan tempat kerja, itu yang dominan. Jadi kalau wilayah Jabodetabek tinggi di salah satu wilayah, maka Depok juga akan tinggi,” kata Dadang dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/2/2022).

Dadang mengungkapkan, kondisi ini telah diprediksi bakal terjadi oleh pihaknya.

Baca juga: PTM 100 Persen di Depok Terus Lanjut Meski Banyak Siswa Terpapar, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

“Seperti itu trennya dan memang sudah kita bisa kita prediksi setelah ada kegiatan liburan itu biasanya dua sampai tiga Minggu setelah itu terjadi lonjakan yang cukup tinggi,” jelasnya.

“Jadi disamping itu di wilayah aglomerasi ini kan tidak dibatasi kan ya pergerakan penduduknya lalu kerumunan dan lain-lain. Itu yang menyebabkan lonjakan kasus,” timpalnya lagi.

Ilustrasi Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona (Freepik via Tribunnews.com)

Sebelumnya juga diberitakan, meningkatnya angka Covid-19 di Kota Depok membuat pemerintah setempat mengoperasikan kembali Gedung Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, menjadi lokasi karantina bagi pasien kategori orang tanpa gejala (OTG) atau pun bergejala ringan.

Rencananya, Gedung Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia akan kembali beroperasi menjadi lokasi karantina pada pekan ini.

Selain itu, Pemerintah Kota Depok juga tengah menyiapkan tempat isolasi di setiap kecamatan, yang berbasis masyarakat.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved