Pembelajaran Tatap Muka

Didesak Presiden Jokowi, Pemprov DKI Langsung Gelar Rapat Evaluasi PTM

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan rapat terkait evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sebelumnya Presiden Jokowi sempat minta evaluasi.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
TribunnewsWiki.com
ILUSTRASI Pembelajaran tatap muka (PTM) pada masa pandemi Covid-19 - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan rapat terkait evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sebelumnya Presiden Jokowi sempat minta evaluasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan rapat terkait evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Diketahui, sejak tanggal 3 Januari 2022, PTM Terbatas dengan kapasitas peserta didik 100 persen telah dilakukan.

Sayangnya, berbagai desakan kepada Pemprov DKI terus disuarakan masyarakat lantaran adanya temuan kasus aktif di sekolah.

Terbaru, Presiden Jokowi meminta adanya evaluasi PTM di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"PTM kita masih evaluasi hari ini kami, Pak Gubernur dan jajaran dinas terkait akan rapat. Nanti akan kami informasikan ya," jelas Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Jokowi Minta Evaluasi PTM, Anies Malah Bereaksi Santai: Hati-hati, Kita Harus Tenang

Politisi Gerindra ini mengatakan bila Pemprov DKI terus melakukan monitoring dan pengawasan.

Sehingga evaluasi dilakukan guna pengambilan langkah berikutnya.

Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Cipinang Melayu 05, Jakarta Timur, Senin (3/1/2022). Pemprov DKI Jakarta mulai menerapkan PTM dengan kapasitas 100 persen di seluruh sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Cipinang Melayu 05, Jakarta Timur, Senin (3/1/2022). Pemprov DKI Jakarta mulai menerapkan PTM dengan kapasitas 100 persen di seluruh sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Tribunnews/Jeprima)

"Prinsipnya kami terus monitoring, kami awasi, kami evaluasi dan terus kami mengambil langkah-langkah, mulai terus memperbaiki, menyempurnakan regulasi yang ada terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat, satgas pusat dan jajaran," lanjutnya.

Selain itu, Ariza mengklaim telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengawasan secara optimal selama PTM berlangsung. Dimulai dari satgas tingkat RT hingga tingkat provinsi.

"Yang paling penting, betapa pun baiknya regulasi, hadirnya aparat dan beratnya sanksi yang diberikan, semua bergantung masyarakat sendiri. Sebagai warga untuk senantiasa berada di rumah sebagai tempat terbaik, patuh taat prokes disiplin patuh dan tanggung jawab," pungkas.

Soal PTM Gubernur Anies: Tenang, Kita Harus Tenang

Pelaksanaan PTM 100 persen di SMAN 71, Kelurahan/Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (17/1/2022).
Pelaksanaan PTM 100 persen di SMAN 71, Kelurahan/Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (17/1/2022). (Istimewa)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespon desakan Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah kasus Covid-19 yang terus meroket.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun meminta masyarakat tidak panik dan tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Jadi ini situasi di mana kita harus tenang, kita harus tenang. Kita harus sadar bahwa Omicron ini meningkat, kita harus hati-hati,” ucapnya di kawasan Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (1/2/2022).

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved