Ular Piton Betina Mati Sehabis Mangsa Lansia, Warga Masih Ketar-Ketir si Jantan 'Balas Dendam'
Mereka ketar-ketir bila sewaktu-waktu mereka diserang kembali oleh seekor ular raksasa.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAMBI - Warga Jembatan Asoy sedang diliputi kegelisahan.
Mereka ketar-ketir bila sewaktu-waktu mereka diserang kembali oleh seekor ular raksasa.
Sebab, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Indok Batari (90) warga Rt 06/03 Kelurahan Muara Sabak Ilir Jembatan Asoy Kecamatan Muara Sabak Timur Tanjabtim, Selasa pagi ditemukan tewas dalam lilitan ular piton raksasa.
Salah satu warga Jembatan Asoy Ambok Mardin alias gondrong, mengatakan bahwa ia mendengar ular yang ditangkap warga setelah menyerang seorang lansia tersebut berjenis kelamin betina.
Warga kemudian menghabisi nyawa ular piton itu.
Namun, pascaserangan itu, warga Jembatan Asoy menjadi khawatir dengan keberadaan ular raksasa lainnya, di sekitaran akan sungai tersebut.
Baca juga: Petaka Emak-emak Meninggal Dililit Ular Piton Saat Hendak BAB, Saksi: Sebesar Tiang Beton
"Kemungkinan besar masih ada lagi ular besar di dekat sini, biasanya kalo ada yang betina tentu ada yang jantannya, " ujar Gondrong warga sekitar.
Terlepas dari itu semua warga berharap, kondisi ini dapat segera tertangani dan mendapat respon baik dari pihak terkait. Pasalnya serangan hewan bukan kali pertama di wilayah ini, jika sebelumnya karena buaya kali ini karena ular.
Gondrong lalu menceritakan awal kejadian tewasnya Indok Batari. Kejadian bermula sekitar pukul 5.30 tadi, dimana korban ingin buah air besar di jamban yang berada di pinggiran sungai jembatan asoy.
Baca juga: Ular Piton Lilit Ibu Rumah Tangga yang Hendak BAB, Kesaksian Warga: Sebesar Tiang Listrik Beton!
Saat kejadian, kondisi sungai dalam keadaan pasang dan juga masih samar (gelap). Diduga ular tersebut sudah berada di lokasi kejadian sebelum korban tiba (mengintai mangsa).
Terlihat dari sisa rerumputan yang membentuk goa, bekas ular piton tersebut mengintai mangsanya. Tidak diketahui pasti pukul berapa korban diserang ular tersebut, namun ketika anaknya tiba di lokasi korban sudah dalam lilitan ular.
"Kalo kata anaknya, korban sempat berteriak aku digigit ular. Mako anaknya langsung nengok ke lokasi, " ujarnya, Selasa (8/2/2022) seperti dikutip dari tribunjambi.com.
Baca juga: Warga Bekasi Dibuat Geger, Ular Sanca Bersemayam di Atap Rumah, Pawang hingga Damkar Turun Tangan
"Ketika tiba di lokasi, sungguh kaget melihat ibunya sudah dililit ular dan dibawa ke sungai. Bahkan ukuran ular tersebut memang cukup besar," sambungnya.
Setelah itu, anak korban tadi langsung berteriak meminta pertolongan, baru warga beramai ramai datang mencoba menyelamatkan koran yang diduga sudah meninggal dunia saat berada di lilitan ular tersebut.
"Bahkan saat warga mau nolong, posisi korban sudah nyaris mau ditelan oleh ular raksasa yang lebih kurang sebesar tiang listrik beton dengan panjang Enam meter, " jelasnya.
Baca juga: Cerita Warga Cengkareng, Temukan Ular Sanca di Selokan Saat Banjir Menerjang: Panjang Banget!
Lanjutnya, ketika korban berhasil dievakuasi dari lilitan predator air tersebut, warga langsung membawa ular tersebut ke daratan dan membunuh ular tersebut.
"Semenjak hama babi semakin punah, sekarang hewan buas semakin mengganas bahkan mulai menyerang manusia ini tentu butuh solusi cepat dari pemerintah, " harapnya.
Sementara itu, Lurah Sabak Ilir A Rahman, ketika dikonfirmasi tribunjambi.com menuturkan, sebagai langkah tindak lanjut pihaknya akan langsung mengirim surat atau bila perlu langsung mendatangi dinas terkait untuk penanganan persoalan ini agar tidak terulang lagi.
Baca juga: Jenis Ular yang Tewaskan Satpam di Tangsel Muncul di Depok, Bikin Geger saat Ditemukan Bocah
"Kalo sempat hari ini atau besok pagi kita akan antar surat ke BPBD dan BKSDA untuk meninjau lokasi, menjawab kekhawatiran warga akan serangan susulan dari ular lainnya, " ujarnya.
Setidaknya setelah mendatangkan mereka, warga bisa saling bertanya dan mengambil sikap bagaimana untuk menghindari atau mengatasi hal serupa agar tidak terulang lagi.
"Untuk kasus serangan hewan buas di Sabak Ilir ini dalam kurun waktu Dua bulan sudah ada Dua kasus, kasus pertama seorang warga diserang buaya alhamdulillahnya selamat dan yang kedua ini serangan ular piton, " tandasnya.
Baca juga: Ular Nyelip di Balik Lemari Bikin Geger Warga Krukut, Tim Damkar Terjunkan Personel
Untuk sekedar informasi, bangkai ular yang mengakibatkan seorang lansia meninggal dunia tersebut dibuang warga ke aliran sungai jembatan asoy. Menimbang karena ukuran dan panjang cukup besar warga terpaksa membunuh ular tersebut setelah memastikan ular tadi benar benar mati.