Penumpang KRL Turun 13,4 Persen Selama PPKM Level 3: Rata-Rata Hanya 377.736 Penumpang

Pengguna KRL Jabodetabek terus mengalami penurunan selama PPKM level 3. Ini data yang disampaikan KAI Commuter.

TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADHE LIANA
Setiap calon pengguna KRL diperiksa terkait kelengkapan dokumen persyaratan perjalanannya di Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (12/7/2021). Pengguna KRL Jabodetabek terus mengalami penurunan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengguna KRL Jabodetabek terus mengalami penurunan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Hal ini diungkap VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba. Ia mengatakan penurunan jumlah penumpang KRL pada hari kerja mencapai 13,4 persen.

"Sebelum berlakunya PPKM Level-3, rata-rata volume pengguna KRL pada hari-hari kerja di bulan Februari ini mencapai 436.365 pengguna per harinya. Sementara sejak PPKM level-3 berlaku pada 8 Februari lalu, rata-rata volume pengguna pada hari kerja adalah 377.736 atau berkurang 13,4%. Tren penurunan jumlah pengguna ini sudah tampak sejak beberapa pekan terakhir," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/2/2022).

Adapun layanan KRL yang dioperasikan selama PPKM Level 3 yakni sebanyak 1.500 perjalanan.

Perjalanan ini dimulai sejak pukul 04.00-22.00 WIB, dengan persyaratan bagi pengunjung menunjukkan sertifikat vaksin serta penggunaan masker ganda atau masker sesuai ketentuan.

Baca juga: Gadis Muda Tewas Tertabrak KRL di Pocin, Tiupan Peluit & Teriakan Warga Gagal Hentikan Korban: Awas!

"Anak balita dilarang naik KRL kecuali untuk keperluan medis, pembatasan waktu bagi lansia untuk naik KRL hanya diperbolehkan pukul 10.00-14.00 WIB masih diberlakukan. Untuk itu KAI Commuter memohon kerja sama dari seluruh pengguna untuk bersama mengikuti aturan tersebut," tandasnya.

PPKM Level 3, ASN Pemprov DKI Mulai WFH

Ilustrasi Work From Home (WFH)
Ilustrasi Work From Home (WFH) (IST/GRID)

Pemprov DKI kembali mulai menerapkan mekanisme bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama masa PPKM Level 3.

Aturan soal WFH ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 7/SE/2022 yang diterbitkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta.

Adapun SE tersebut berisi tentang Sistem Kerja Pegawai ASN di Lingkungan Pemprov DKI Selama Masa PPKM Level 3.

Dalam aturan yang diterbitkan 8 Februari 2022 lalu itu dijelaskan bahwa ada penyesuaian sistem kerja selama PPKM Level 3.

Baca juga: PPKM Level 3, ASN Kabupaten Tangerang Mulai WFH

Untuk sektor pemerintahan esensial, ASN yang bekerja di kantor atau work from office (WFO) maksimal 50 persen.

Kemudian, sektor pemerintahan non esensial menerapkan 75 persen WFH dan 25 persen WFO.

Sedangkan, sektor pemerintahan kritikal tetap dapat beroperasi 100 persen.

Kepala BKD DKI Jakarta Maria Qibtya mengatakan, pengaturan soal mekanisme kerja ASN ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 09 Tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 di wilayah Jawa dan Bali.

"Sistem kerja dalam surat edaran ini berlaku selama Provinsi DKI Jakarta dinyatakan dalam status PPKM Level 3 dan/atau tidak ada kebijakan baru terkait jenis pembatasan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran," tulis Maria dalam SE tersebut dikutip Jumat (11/2/2022).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved