Gasak Ponsel Sampai Bikin Jari Korban Putus, Ternyata Begal di Kampung Bahari Masih Bocah

Satu dari empat begal sadis di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara ditangkap aparat Polsek Tanjung Priok. Ternyata pelaku masih bocah.

Muhammad Azzam/screenshot/CCTV
Ilustrasi begal sepeda motor. Satu dari empat begal sadis di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara ditangkap aparat Polsek Tanjung Priok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Satu dari empat begal sadis di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara ditangkap aparat Polsek Tanjung Priok.

Pelaku yang sudah ditangkap ialah FE, seorang bocah berusia 14 tahun warga setempat.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol Ricky Pranata Vivaldi mengatakan, FE dibekuk dari kediamannya Kamis (17/2/2022) kemarin.

"Setelah dilakukan penyelidikan, kami amankan satu pelaku yang berinisial FE," kata Ricky saat dikonfirmasi, Jumat (18/2/2022).

Dalam peristiwa Kamis dini hari, FE berperan sebagai pelaku pertama yang menemui korban, IT (18).

FE pula yang mengirimkan titik lokasi pertemuan dan pertama kali menemui korban, sebelum akhirnya kawanan begal lain yang berjumlah sekitar empat orang datang.

Baca juga: Modus Canggih Begal Jakarta Utara: Cari Mangsa di Internet, Sikat Pakai Senjata di Jalan

"FE kita tangkap dengan peran memberikan share location kepada korban dan menemui korban," kata Ricky.

Polisi saat ini masih berupaya mengejar para pelaku lainnya.

Sementara FE saat ini sudah dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Peristiwa yang menimpa IT terjadi sekitar pukul 3.30 WIB Kamis dini hari.

Baca juga: Waspada Marak Aksi Pelecehan Ancam Wanita di Bekasi: Begal Selangkangan Hingga Bokong

Saat itu, yang bersangkutan hendak bertemu calon pembeli di Kampung Bahari. Sebelumnya, IT menjual ponsel lewat media sosial.

Korban berangkat ke Kampung Bahari setelah diberikan titik lokasi COD oleh pelaku.

Sesampainya di titik pertemuan, korban ternyata ditemui dua orang pemuda.

Salah satu pelaku lanjut meminta korban menyerahkan ponsel yang dijualnya dengan alasan mengecek kondisi.

Tak lama, segerombolan pemuda lain tiba-tiba muncul, ada yang bahkan membawa celurit.

"Pelaku sekitar empat orang membawa senjata tajam kemudian mengejar korban," kata Ricky.

"Saat itu korban terjatuh dan dibacok menggunakan celurit oleh pelaku," sambung Kapolsek.

Atas peristiwa ini, dua jari tangan korban putus dibacok para pelaku.

Ponsel dagangan dan milik korban sendiri juga raib dibawa kabur pelaku.

"Korban mengalami luka bacok di punggung dan jari telunjuk serta jari tengahnya putus. Kerugiannya dua unit ponsel," tutup Ricky.

Polisi sudah menerima laporan korban dan saat ini sedang berupaya mengejar para pelaku.

Peristiwa Lain

Godaan Pesona Wanita

Kolase tersangka kawanan begal di Jakarta Utara dengan ilustrasi begal.
Kolase tersangka kawanan begal di Jakarta Utara dengan ilustrasi begal. (Tribun Network)

Sebanyak lima anak muda kawanan begal memerangkap korbannya lewat media sosial Facebook dengan mengajak bertemu.

Dari lima pelaku begal yang merupakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok itu, dua di antaranya merupakan wanita yakni tersangka MY dan BP.

MY dan BP berperan atau dijadikan sebagai umpan oleh kawanan begal ini untuk mengincar korbannya, Gozali dan Firnando.

"Kronologisnya diawali dengan adanya chattingan dari pelaku yaitu MY dan BP, ini wanita, mengajak (korban) ketemuan," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo di kantornya, Selasa (15/2/2022).

Chatting intens berujung ajakan bertemu. Kawanan wanita muda ini dengan pesonanya meminta kedua korban datang ke Pasar Permai, Koja, Jakarta Timur pada Jumat (11/2/2022) dini hari.

Bak terjerat jebakan batman, korban yang tanpa penolakan akhirnya datang sesuai waktu dan tempat yang disetujui.

Tapi, baik Firnando maupun Gozali sama-sama tak tahu bahwa mereka sudah masuk perangkap kawanan begal ini.

"Ternyata tidak jauh dari lokasi janjian tadi, sudah menunggu tiga orang pelaku lainnya, yaitu YT, IP, dan AOS," kata Wibowo.

"Mereka mengintai dari jarak kurang lebih 100 meter dan mengawasi kegiatan pertemuan dari pelaku yang wanita tadi dengan para korban," sambung Kapolres.

Masih di Jumat dini hari itu, dua pelaku wanita mengajak korbannya jalan-jalan ke daerah Kampung Bahari.

Dari Pasar Permai, mereka mengambil jalur lewat Jalan Deli, Koja, yang kala itu dalam kondisi sepi.

Saat itu lah tiga pelaku pria yang tadi sudah mengintai langsung mendekat dan memepet korban.

"Korban dipepet oleh tiga orang yang menunggu, selanjutnya langsung menarik saksi Rozak. Setelah itu saksi dipukuli oleh pelaku Y dan I, sehingga motor terjatuh dan motor dibawa pergi pelaku A," kata Wibowo.

Usai dikeroyok, korban langsung melaporkan aksi pencurian dengan kekerasan tersebut ke Polsek Koja.

Mendapat laporan tersebut Unit Reskrim yang dipimpin AKP Yayan langsung melakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku.

"Kasus begal ini direncanakan karena salah satu pelaku sudah cukup kenal dengan saksi," kata Wibowo.

Para pelaku begal ini kemudian tertangkap dan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved