Tak Mau Lagi Usung AHY di Pilkada DKI, Demokrat Kapok?

Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta Mujiyono memastikan, partainya tak akan lagi mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pilkada DKI.

Tayang:
ISTIMEWA
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta Mujiyono memastikan, partainya tak akan lagi mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI pada 2024 mendatang.

Mujiyono beralasan, sang Ketua Umum Demokrat itu kini sudah jauh lebih matang dibandingkan saat kalah dalam Pilkada DKI 2017 silam.

Oleh karena itu, ia menilai AHY seharusnya bisa menduduki jabatan yang lebih tinggi dibandingkan hanya sekedar kepala daerah.

"Ah masa Ketum nyalon gubernur sih, kira-kira aja dong. Enggak lah, lompatannya sekarang sudah jauh lebih baik," ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (23/2/2022).

Ia pun menyebut, kekalahan AHY dalam Pilkada 2017 lalu menjadi pelajaran berharga bagi putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Baca juga: Pilkada DKI 2024, PKS Siapkan Kader Jadi Calon Pengganti Gubernur Anies: Nanti Diumumkan

Sebagai informasi, AHY berpasangan dengan Sylviana Murni saat Pilkada DKI 2017 silam.

Duet AHY-Sylviana ini diusung oleh Demokrat, PPP, PAN, PKB.

Namun, pasangan ini hanya mendapat 937.955 suara atau 17,06 persen dan tak bisa masuk putaran kedua.

"Kemarin anggap saja tempaan, termasuk sikap bersahaja beliau mengakui kekalahan, itu sikal gentle," ujarnya.

Mujiyono pun memastikan, Demokrat sampai saat ini belum menentukan sikap perihal sosok yang akan diusung dalam Pilkada DKI 2024 mendatang.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (ISTIMEWA)

Keputusan soal sosok yang akan diusung nanti baru akan digodok Demokrat setelah survei internal dilakukan pada Juni mendatang.

Hal itu sekaligus menjawab pertanyaan terkait apakah Demokrat kapok memajukan calon yang sama pada Pilkada DKI sebelumnya.

Kemudian, nama-nama yang dianggap punya potensi menjadi suksesor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan dibahas lagi di internal partai.

"Kalau Pilkada DKI itu patokan Demokrat adalah keputusan DPP, karena ini barometer nasional kan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved