Bangunan di Bantaran Kali Mampang Persulit Pengerukan, Sudin SDA Jaksel: Harus Hati-hati

Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan masih melakukan pengerukan Kali Mampang.

Istimewa
Sejumlah alat berat melakukan pengerukan lumpur di Kali Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan masih melakukan pengerukan Kali Mampang.

Kepal Seksi Pemeliharan Sudin SDA Jaksel, Junjung, mengatakan bahwa pengerukan Kali Mampang baru mencapai 20 persen.

Menurutnya, proses pengerukan dilakukan dengan sangat hati-hati lantaran terdapat sejumlah bangunan di bantaran kali.

"Sekitar 20 persen (pengerukan), harus hati-hati kerjanya karena ada bangunan (di bantaran Kali Mampang)," kata Junjung saat dikonfirmasi, Rabu (2/3/2022).

Junjung menuturkan, pihaknya sudah meminta kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN), camat, dan lurah untuk mengecek satu per satu sertifikat bangunan yang ada di bantaran Kali Mampang.

Baca juga: Pengerukan Kali Mampang Terganjal Rumah Warga, Politikus PDIP Bicara Relokasi: Harus Ada Pemindahan

"Kami hanya mengusulkan, yang mengecek sertifikat bukan kami. Di rapat sudah kami sampaikan agar didata sertifikatnya," ujar dia.

Sebelumnya, Camat Mampang Prapatan Djaharuddin mengatakan sejumlah warga yang mendirikan bangunan di bantaran Kali Mampang menolak pengerukan lumpur di kali tersebut.

Hal itu dikatakan Djaharuddin saat meninjau Kali Mampang pada Senin (21/2/2022) lalu.

"Ya, ada beberapa warga (menolak pengerukan Kali Mampang), terutama warga yang mendirikan bangunan di bantaran kali," kata Djaharuddin.

Djaharuddin mengatakan, warga menolak aktivitas pengerukan karena khawatir bangunan yang selama ini menjadi tempat tinggalnya roboh.

Alat berat melakukan pengerukan lumpur di Kali Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Alat berat melakukan pengerukan lumpur di Kali Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. (Istimewa)

"Apabila dilakukan pengerukan terlalu dalam menyebabkan rumah mereka roboh akibat longsor. Nah ini bagian dari kendala kendala yang kami hadapi di lapangan," ungkap dia.

Pantauan TribunJakarta.com, puluhan bangunan semi permanen dan permanen berjejer di bantaran Kali Mampang.

Bahkan, terdapat satu bangunan rumah besar di bantaran kali. Bangunan dua lantai itu berada tepat di bibir kali.

Djaharuddin mengaku pihaknya belum menginvetarisir total bangunan yang didirikan di bantaran kali.

"Kita belum bisa memastikan secara detail ya, jumlah atau pun volume yang ada di sini," ujar dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved