Menparekraf akan Siapkan Digital Platform Bisnis Ekraf Singkong agar Lebih Go Internasional

Untuk memperkuat manajemen UMKM dan lebih mendorong percepatan kebangkitan ekonomi pasca-pandemi Covid-19 dan menyukseskan UMKM

Istimewa
Menparekraf Sandiaga Uno menjadi moderator dalam Kajian Ekonomi series ke-2 mengusung tema: Kolaborasi Local Champion sukses membawa produk desa ke pasar nasional dan global yang bertujuan untuk menyerap tenaga kerja lokal, Selasa (8/3/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menyiapkan digital polatform untuk bisnis ekonomi kreatif (ekraf) berbahan baku singkong Banjarnegara Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno dalam Kajian ekonomi series yang ke-2 yang mengusung tema: Kolaborasi Local Champion sukses membawa produk desa ke pasar nasional dan global yang bertujuan untuk menyerap tenaga kerja lokal, Selasa (8/3/2022).

Kajian ekonomi kali ini bekerja sama dengan beberapa penggerak usaha di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah, binaan Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) yang membuat tepung mocaf berbahan baku singkong dan produk turunannya.

Dalam kajian ini, Menparekraf Sandiaga Uno bertindak sebagai moderator.

Adapun narasumbernya yakni Ketua Gemawira Banjarnegara sekaligus Founder Mocafine dan Rumah Mocaf Indonesia, Riza Azyumarridha Azra; Ketua Petani Milenial Banjarnegara, M Nurkolis; serta Founder Rumah Kreatif Banjarnegara, Luthfi Ahmad Fachresy.

Baca juga: Bersatu Lewat Bandeng Presto Hadapi Pandemi, Emak-emak Lenteng Agung Raup Omzet Rp 20 Juta Sebulan

Menurut Riza, selama ini, organisasi socialpreneu Gemawira, petani milenial Banjarnegara dan Rumah Kreatif Banjarnegara, telah menjalin kolaborasi.

Kolaborasi ini bertujuan untuk membangkitkan dan menyukseskan produk-produk UMKM di Jawa Tengah, khususnya di Banjarnegara dan Kabupaten sekitarnya, lebih luas diterima di pasar nasional dan global terciptanya lapangan kerja.

"Kolaborasi dengan petani milenial dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan cara menanam singkong yang sesuai dengan spesifikasi dan mutu yang telah di tetapkan oleh Rumah Mocaf, serta bersama Gemawira memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para petani dalam proses menanam hingga panen untuk dapat menghasilkan singkong yang berkualitas nya sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh Rumah Mocaf dalam proses penanaman hingga panen ini melibatkan hampir 1.000 orang petani," ujar Riza dalam keterangan tertulis.

Ilustrasi singkong
Ilustrasi singkong (net)

Untuk itu, bersama Gemawira dan petani milenial memberikan pendampingan dan pelatihan kepada ibu-ibu petani yang diberdayakan dalam memproses singkong, mulai dari mengupas, mencuci, memotong singkong hasil panen menjadi siap olah menjadi tepung mocaf.

"Sejalan untuk membuka lapangan kerja, Rumah Mocaf sendiri memberikan kesempatan pada para UMKM bersama ruang UMKM yang berlokasi di rumah kreatif tersebut untuk memberikan pelatihan, pendampingan dan pembinaan kepada komunitas yang terlibat dalam membuat produk tununan dari tepung mocaf seperti mie instant, kue kering, kripik, gula cair, dimana pelaku UMKM yang terlibat di dalam membuat produk turunan dari tepung mocaf ini dan umkm lain sebanjarnegara yg tergabung di ruang UKM sebanyak sekitar 500 pelaku ekraf  UMKM," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved