Warga Jangan Khawatir, Wagub DKI Pastikan Pengiriman Minyak Goreng Tiap 2 Minggu Sekali
Pemprov DKI Jakarta mengklaim bakal ada pengiriman minyak goreng tiap dua minggu sekali. Ini kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mengklaim bakal ada pengiriman minyak goreng tiap dua minggu sekali.
Hal ini diungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ditengah langkanya pasokan minyak goreng di Ibu Kota.
"Sudah dipastikan nanti setiap minggu 2 kali akan dikirim. Jadi warga Jakarta tidak usah khawatir Pak Menteri dan jajaran akan memastikan ketersediaan minyak goreng," katanya di Balai Kota DKI, Rabu (9/3/2022) malam.
Tak hanya ketersedian stok, Politisi Gerindra ini pun memastikan minyak goreng yang didistribusikan memiliki harga yang terjangkau.
Sehingga masyarakat, khususnya warga Ibu Kota diimbau tak perlu khawatir dan panic buying.
Baca juga: Dari Atas Seperti Minyak Goreng, Pas Dituang Ternyata Air Pedagang Curhat Ketipu Rp 1,7 Juta
"Tidak hanya minyak gorengnya ada, tapi harganya juga terjangkau. Terkait minyak goreng sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan. Kami terima kasih Pak Lutfi yang telah membantu memastikan ketersediaan minyak goreng di seluruh Indonesia termasuk di DKI Jakarta," tandasnya.
Terungkap Siapa Dalang Penyebab Minyak Goreng Langka, Mendag Ancam Bakal Bawa ke Meja Hijau
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkap siapa dalang dari langkanya minyak goreng di pasaran.
Diketahui, sudah beberapa pekan terakhir minyak goreng mengalami kelangkaan.

Warga bahkan rela antre berjam-jam demi mendapatkan minyak goreng dengan harga normal.
Dijelaskan Lufi, ada sejumlah penyebab masih tingginya harga minyak goreng atau belum sesuai harga eceren tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Ketika terjadinya disparitas harga, perubahan harga ini, banyak orang berspekulasi. Jadi mereka mengharapkan terjadinya perubahan, bahkan kalau di pasar market ini ada yang sifatnya jangka panjang dan pendek," kata Lutfi secara virtual, Rabu (9/3/2022).
Menurutnya, akibat adanya spekulasi tersebut membuat orang berani bertaruh bahwa ke depan pemerintah akan melepas atau tidak memberlakukan HET.
Baca juga: Viral PSI Kabupaten Bekasi Borong Minyak Goreng Lalu Jual Murah ke Warga: Kok Bisa? Katanya Langka?
"Kenapa? Agar mereka bisa menjual dengan harga tinggi yaitu membeli di harga Rp 10.300, harapannya menjual dengan harga internasional yang saat ini perbedaannya Rp 10 ribu," ujar Lutfi.
Melihat kondisi tersebut, Lutfi pun mengancam para spekulan terutama distributor 1 dan 2 untuk membawanya ke meja hijau jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan.
Saya akan menuntut spekulan itu berdasarkan hukum.
Baca juga: 5 Hari Operasi Pasar, Polres Jaksel Salurkan 130.000 Minyak Goreng untuk Warga
Jadi inilah salah satu yang menyebabkan distrupsi di rantai logistik yang mereka ingin dapat keuntungan besar," ucapnya.
Selain itu, tersendatnya distribusi minyak goreng ke pasar juga diakibatkan adanya penjualan ke industri.
"Per kemaren DMO (domestic market obligation) sudah 415 juta hanya 20 hari, barangnya melimpah. Sehingga kita tanya barang dimana? Jadi ada dua dugaan, bocor untuk industri dengan harga tidak sesuai pemerintah dan yang kedua penyelundupan, ini akan saya berantas. Jadi distribusi ada yang menimbun dan ada yang menyelundup ke luar negeri," paparnya.