Cerita Kriminal

Bikin Kapur Ajaib Pembasmi Serangga Tapi Numpang Brand Orang, Emak-emak Ini yang Dibasmi Polisi

Seperti yang dilakukan VT (40), pemalsu produk kapur ajaib imitasi di Klaten, Jawa Tengah ini. 

Miftahul Huda
Polisi menunjukan barang bukti pemalsuan merk dagang saat jumpa pers, Rabu (16/3/2022) 

TRIBUNJAKARTA.COM, YOGJAKARTA - Niat untung malah buntung bahkan berujung petaka.

Begitulah yang akan dirasakan bila bikin usaha tapi tak berkah. 

Seperti yang dilakukan VT (40), pemalsu produk kapur ajaib imitasi di Klaten, Jawa Tengah ini. 

VT nekat membuat kapur ajaib berbahan ecek-ecek demi meraup untung. 

Meski untung tetapi cara yang dilakukannya tidak halal. 

Baca juga: Pelanggaran Terungkap Dari Mobil Daus Mini, Pakai Pelat Nomor Palsu Dicurigai Hindari Leasing

Ia memakai produk kapur ajaib berjenama ‘Bagus’ untuk diimitasikan.

Sehingga ia bisa ambil untung dari hasil penjualan produk itu. 

Saat diwawancara, VT memproduksi barang palsu tersebut dengan dibantu enam orang karyawan.

Baca juga: Beli Kendaraan di Tangerang Rawan STNK Palsu, Sulit Dibedakan Dengan Mata Telanjang

"Saya diajari saudara. Sebenarnya untungnya tipis, kadang minus juga buat bayar karyawan. Sekarang ada enam karyawan," kata VT dihadapan awak media, Rabu (16/3/2022).

Padahal, ia mengaku sendiri untungnya tidak besar-besar amat. 

Akan tetapi, tetap saja usaha itu dijalankannya. 

Baca juga: 27 Orang Spesialis Pencuri Motor Dibekuk, Beli Kendaraan di Tangerang Rawan STNK Palsu

Menurut pengakuannya, keuntungan bersih dalam satu bulan saat memproduksi barang palsu itu antara Rp5 sampai Rp6 juta rupiah, dengan jumlah produksi 60 sampai 80 karton berisi kapur pengusir serangga.

"Saya jualnya lebih murah. Untuk satu karton Rp400 ribu. Ya selisihnya bisa Rp500 sampai Rp600 dari harga barang asli," terang dia.

Dalam pemasaran, VT memasok barang ke sejumlah toko di beberapa wilayah. 

Di antaranya, Medan, Jawa Timur, Yogyakarta bahkan sampai Jakarta. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved