Tarif Integrasi JakLingko Terganjal Persetujuan DPRD DKI, Ini Kata Wagub Ariza

Ariza menjelaskan, transportasi publik di Jakarta bisa digunakan untuk siapa pun, termasuk dari luar DKI Jakarta.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Acos Abdul Qodir
Istimewa
Toyota Hiace jadi salah satu armada angkot transportasi terintegrasi JakLingko 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mengklaim tengah mencari cara untuk mengurangi pengeluaran subsidi untuk rencana penerapan tarif integrasi transportasi JakLingko.

Beberapa waktu lalu, Pemprov DKI Jakarta baru saja mengutarakan rencana terbaru mereka, yakni bakal menerapkan tarif integrasi antarmoda JakLingko dengan tarif Rp10 ribu untuk kurun waktu tiga jam perjalanan.

Sayangnya, rencana tersebut masih terganjal persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.

Beberapa kekhawatiran pun muncul dari pihak DPRD DKI Jakarta. Satu di antaranya, mereka menilai subsidi senilai Rp 3 triliun berpotensi salah sasaran.

Pasalnya, transportasi di Jakarta tak seluruhnya dinikmati warga Jakarta, tetapi juga dinikmati oleh warga di sekitar Jabodetabek.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan masih melakukan kordinasi lebih lanjut, terutama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Baca juga: Anies Targetkan Transportasi Umum Jangkau 92 Persen Wilayah Jakarta Akhir Tahun ini

Baca juga: Anies Pamer Program Transportasi Umum, JakLingko Mudahkan Masyarakat Beralih dari Kendaraan Pribadi

"Memang selama ini transportasi disubsidi oleh pemerintah. Sebenarnya subsidi transportasi itu tidak terjadi di kota-kota besar Indonesia tetapi di seluruh dunia umumnya disubsidi pemerintah. Kami, Dishub sedang mencari formula yang terbaik agar mengurangi subsidi tetapi tetap memberikan pelayanan terbaik masyarakat," ungkapnya di Balai Kota DKI, Kamis (17/3/2022) malam.

Terlihat gemerlap cahaya lampu warna-warni menghiasi Halte Transjakarta CSW, juga jembatan yang nantinya akan menghubungkan halte tersebut dengan stasiun MRT Jakarta.
Terlihat gemerlap cahaya lampu warna-warni menghiasi Halte Transjakarta CSW, juga jembatan yang nantinya akan menghubungkan halte tersebut dengan stasiun MRT Jakarta. (TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADHE LIANA)

Ariza menjelaskan, transportasi publik di Jakarta bisa digunakan untuk siapa pun, termasuk dari luar DKI Jakarta.

Sehingga tarif integrasi yang diberikan pun tak menutup kemungkinan memang bakal dinikmati oleh warga non-DKI.

"Terlepas yang menikmati tidak semua warga Jakarta, ya kita ini sebangsa setanah air tidak bisa dipilah-pilah umpama warga Jakarta harga sekian, warga luar jakarta sekian, tidak mungkin seperti itu. Semua yang menggunakan transportasi publik di Jakarta siapapun latar belakangnya daerahnya, profesinya dan sebagainya ya semua diperlakukan sama," jelasnya.

Dilansir dari Kompas.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana segera menerapkan tarif integrasi antarmoda Jak Lingko dengan tarif Rp 10.000 untuk kurun waktu tiga jam perjalanan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penerapan tarif integrasi masih terganjal persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.

Dia menyebutkan, apabila proses persetujuan anggota Dewan berjalan mulus, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan segera membuat peraturan gubernur terkait tarif integrasi tersebut.

"Lalu Gubernur (bisa) menerbitkan Keputusan Gubernur terkait tarif integrasi. Baru langsung kami implementasikan," tutur Syafrin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (17/3/2022).

Baca juga: Transjakarta, KRL hingga LRT Disiapkan untuk Angkut Penonton ke Stadion JIS

Baca juga: Jajaki Kerja Sama Iklim & Transportasi, Anies Ajak Mendag Inggris Rapat Hingga Ngopi di Stasiun MRT

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved