Tarif Integrasi JakLingko Terganjal Persetujuan DPRD DKI, Ini Kata Wagub Ariza

Ariza menjelaskan, transportasi publik di Jakarta bisa digunakan untuk siapa pun, termasuk dari luar DKI Jakarta.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Acos Abdul Qodir
Istimewa
Toyota Hiace jadi salah satu armada angkot transportasi terintegrasi JakLingko 

Transportasi umum yang akan diterapkan tarif integrasi yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta.

Meski tarif tersebut bakal lebih murah, namun bakal menyebabkan tiga badan usaha milik daerah (BUMD) yang akan menerapkan tarif tersebut merugi di awal.

Ketiga BUMD itu yakni PT MRT Jakarta, PT LRT Jakarta, dan PT Transjakarta.

ILUSTRASI Moda transportasi massal lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta.
ILUSTRASI Moda transportasi massal lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Selain itu, kekhawatiran atas sistem tarif integrasi juga datang dari DPRD DKI Jakarta yang menilai subsidi senilai Rp 3 triliun lebih berpotensi salah sasaran.

Pasalnya, transportasi di Jakarta tak seluruhnya dinikmati warga Jakarta, tetapi juga dinikmati oleh warga di sekitar Jabodetabek.

Baca juga: Pembangunan Capai 98 Persen, Pemprov DKI Siapkan Acara Spesial Grand Launching Stadion JIS 

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menilai subsidi triliunan rupiah justru akan dinikmati oleh warga non-DKI.

Menurut Gilbert, angka Rp 3 triliun bukan angka yang kecil dan bisa dialihkan untuk pembangunan rumah susun yang menjadi kebutuhan utama warga Jakarta.

"Ini bukan bilangan kecil, Rp 3 triliun itu saya bisa membangun beberapa rumah susun di Jakarta," kata Gilbert.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved