Breaking News:

Persija Jakarta

Tiga 'Paket Lengkap' Ulasan Bung Ferry yang Buat Persija Layak Disebut Korban Sepak Bola Bisnis

Tiga alasan ini menjadi paket lengkap yang menunjukan bahwa Persija Jakarta kini adalah korban dari sepak bola bisnis.

Editor: Elga H Putra
Instagram Jakmania
Pengurus Jakmania sudah habis kesabaran melihat Persija Jakarta mengalami hattrick atau tiga kali kekalaham beruntun. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tiga alasan ini menjadi paket lengkap yang menunjukan bahwa Persija Jakarta kini adalah korban dari sepak bola bisnis.

Ulasan itu disampaikan tokoh senior Jakmania, Tauhid Indrasjarief alias Bung Ferry usai melihat buruknya penampilan Persija Jakarta di musim ini.

Menurut Bung Ferry, manajemen Persija Jakarta saat ini lebih mengutamakan sektor bisnis terhadap Macan Kemayoran.

Hasilnya, prestasi di lapangan bukan menjadi prioritas.

Karenanya tak heran kritikan tajam dari para suporter seakan tak didengar, asalkan pemasukan ke klub dari sponsor dan kerjasama lain di luar permainan sepak bola bisa tetap  berjalan.

Baca juga: Digilas Madura United, Persija Tertahan di Posisi 8 Klasemen Liga 1, Simic Jauhi Daftar Top Skor

Dilansir dari Instagramnya, Bung Ferry menyebut ada tiga hal negatif dari sepak bola bisnis.

Dimana dari ketiga hal negatif itu semuanya kini tengah dialami Persija Jakarta.

Hal negatif yang pertama ialah soal eksploitasi fans oleh klub.

Kata Bung Ferry, dengan memanfaatkan loyalitas dan fanatisme fans, Persija terlalu sering mengeluarkan produk baru, baik itu jersey turnamen, kaos momen atau produk yang tidak terkait dengan sepak bola.

Senior Jakmania, Bung Ferry mengkritik manajemen Persija Jakarta saat ini yang terkesan mendewakan sepak bola bisnis ketimbang prestasi.
Senior Jakmania, Bung Ferry mengkritik manajemen Persija Jakarta saat ini yang terkesan mendewakan sepak bola bisnis ketimbang prestasi. (Instagram @bungferry02)

Padahal, ujar dia, produk tanpa mengeluarkan survey tentang daya beli fans hanya akan membuat segala sesuatunya mubazir.

Dan ketika imej mahal sudah terbentuk, fans akan pergi dengan sendirinya," tulis Bung Ferry di akun Instagramnya pada Rabu (16/3/2022).

Hal negatif kedua dari sepak bola bisnis, ujar Bung Ferry, yakni para bangkrutnya para pedagang kecil karena standar harga merchandise yang terlalu tinggi.

"Dan sistem penjualan yang tidak memberi peluang pedagang kecil berkembang," ujar Bung Ferry.

Sedangkan hal negatif ketiga dari sepak bola bisnis ialah prestasi tim di lapangan jadi prioritas kedua.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved