Berbahaya Bagi Lingkungan, Pengendara Diminta Stop Gunakan Kampas Rem Berbahan Asbestos
Bagi para pengendara motor, kampas rem merupakan salah satu bagian penting yang dapat menunjang keselamatan berkendara.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Bagi para pengendara motor, kampas rem merupakan salah satu bagian penting yang dapat menunjang keselamatan berkendara.
Meski begitu, penggunaan bahan kampas rem yang ramah lingkungan juga tidak kalah penting untuk dipikirkan.
Pengendara pun diimbau menggunakan sistem pengereman ramah lingkungan berupa kampas rem yang tidak memanfaatkan bahan asbestos dalam proses pembuatannya.
Direktur PT Mega Elig Indonesia, Tri Satria Budi mengatakan, saat ini di pasaran masih ada kampas rem menggunakan bahan asbestos yang membahayakan kesehatan dan lingkungan.
Meski terbilang murah, masih banyak yang tak tahu kalau ternyata kampas rem berbahan asbestos berbahaya bagi kesehatan.
Baca juga: Kantongi Identitas Begal Motor Bermodus Debt Collector di Cipinang Melayu, Polisi: Doakan Terungkap
Asbestos sendiri ialah adalah salah satu bahan tambang yang terdiri dari serat silikat mineral.
"Padahal bahan tersebut memiliki dampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan," ucap Budi di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/3/2022).
Penggunaan kampas rem bahan asbestos berpotensi menimbulkan sejumlah penyakit kronis pada paru-paru seperti mesothelioma, asbestosis dan kanker paru-paru.
Belum lagi saat hujan, serat yang terkena air bisa mengalir ke saluran dan menimbulkan pencemaran bagi air sungai.
Hal itu terjadi ketika kampas rem yang dibuat dari bahan berserat yang dipadatkan, digunakan oleh pengendara untuk pengereman.
Serat mikro itu pun berpotensi terhirup oleh pengguna jalan.
Baca juga: Pinjam Motor Kawan, Terbongkar Tujuan Pria Ini Bawa Anak Balitanya saat Gasak Scoopy di Cilincing
"Debunya itu akan kita hirup, efeknya jangka panjang, cancer. Dari segi keselamatan, kampas rem yang berbahan asbestos performanya nggak bagus," kata Budi.
Karenanya, brand kampas rem Elig dan VTC yang didistribusikan oleh PT Mega Elig Indonesia dihadirkan sebagai upaya pelestarian lingkungan.
"Kampas rem Elig dan VTC tidak menggunakan bahan asbes. Agar lebih ramah lingkungan, kami menggunakan bahan ceramic organic," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/rei-budi.jpg)