Cerita Kriminal

Hubungan Pertemanan Rusak Gegara Obat Mencurigakan, Pria Ini Dibuang Hidup-hidup ke Kali Ulu

Polres Metro Bekasi masih mendalami obat mencurigakan, pemicu keretakan pertemanan korban bernisial MK dan VM hingga berujung pembunuhan. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Gidion Arif saat konferensi pers kasus pembunuhan dan jasad korban dibuang ke Kali Ulu Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Polres Metro Bekasi masih mendalami obat mencurigakan, pemicu keretakan pertemanan korban bernama M. Kiki (18) dengan Vani Mulyo (23) hingga berujung pembunuhan

Hal ini disampaikan Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Gidion Arif, dia mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengidentifikasi obat apa yang dimasukkan korban ke air minel lalu diminum bersama saksi kejadian.

"Minuman yang pada saat malam terakhir itu diminum oleh korban dan diminum oleh saksi yang lain itu juga masih kita cek laboratorium," kata Gidion

Pihaknya belum bisa menyimpulkan, apakah obat yang dimasukkan ke dalam air mineral oleh korban lalu dikonsumsi terindikasi sebagai racun berbahaya atau psikotropika. 

"Kalau racun dari pemeriksaan dalam sedang kami lakukan pemeriksaan-pemeriksaan ya organ-organ dalamnya," jelas dia.

Baca juga: Jasad Pemuda Ditemukan Mengambang Tebungkus Terpal di Kali Ulu, Polisi: Korban Hidup Saat Dibuang

Adapun berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa penganiayaan terhadap korban terjadi pada Minggu (27/2/2022) dini hari. 

Sedangkan jasad korban baru ditemukan pada Selasa (29/3/2022), di Kali Ulu dalam keadaan terbungkus terpal dengan posisi setengah tenggelam.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Gidion Arif saat ungkap kasus tawuran pelajar, Rabu (23/2/2022).
Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Gidion Arif saat ungkap kasus tawuran pelajar, Rabu (23/2/2022). (Istimewa)

Sebagai informasi, korban dengan tersangka memiliki hubungan pertemanan.

Mereka kenal melalui Facebook kurang lebih satu minggu sebelum kejadian. 

Keduanya lalu memiliki rencana binis berupa, pergadaian mobil pick up.

Namun, semuanya berujung tragis lantaran pertikaian di malam nahas. 

Gidion memastikan, dari pemeriksaan saksi-saksi dan keterangan tersangka, motif utama pembunuhan ini murni spontanitas.

Baca juga: Obat Mencurigakan Dimasukkan ke Minuman, Pria Ini Murka Langsung Lempar Temannya Hidup-hidup ke Kali

"Spontanitas, memang mereka bertiga bicara soal bisnis soal mau menggadai mobil, oret-oretan bahasa mereka, tetapi motif pembunuhannya bukan karena itu," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved