Pilpres 2024

Prabowo dan Anies Baswedan Populer Tapi Kurang Disukai, Sandiaga Uno dan Ganjar Disukai

Sosok Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dikenal luas sebagai dua kandidat potensial sebagai calon presiden (Capres) pada 2024 mendatang.

Tribunnews
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. FOTO DOKUMENTASI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sosok Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dikenal luas sebagai dua kandidat potensial sebagai calon presiden (Capres) pada 2024 mendatang.

Meski demikian, ternyata kedua sosok ini kurang disukai oleh banyak pihak.

Hal ini terungkap dari hasil jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, 97 persen responden mengenal atau tahu sosok Prabowo.

Namun, Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua Umum Gerindra itu hanya disukai 73 persen dari yang mengenali.

Baca juga: Anies-AHY Bakal Menangi Pilpres 2024 Jika Lawan 2 Pasangan Ini, SMRC Beri Penjelasannya

Sedangkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikenal oleh 87 persen responden.

Tetapi yang menyukai sosok mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini hanya 75 persen.

Hal berbeda justru terjadi pada sosok Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno yang hanya dikenal 81 persen responden dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hanya 69 persen.

Kedua sosok ini memiliki dikenalan yang lebih rendah dari Prabowo dan Anies, namun memiliki kedisukaan di atas 80 persen.

Tingkat kedisukaan Sandi mencapai 84 persen dan Ganjar disukai 81 persen responden yang mengenal dirinya.

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. FOTO DOKUMENTASI.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. FOTO DOKUMENTASI. (Tribunnews)

Senada dengan Sandi dan Ganjar, sosok lain seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga hanya dikenal 49 persen, tapi disukai 80 persen orang yang mengenalnya.

Begitu juga dengan sosok Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang dikenal oleh 65 persen responden dan disukai 84 persen orang yang mengenalnya.

Dalam konpers yang disiarkan kanal Youtube SMRC TV, Abbas menerangkan, pengetahuan publik dan tingkat kesukaan memiliki pengaruh pada keterpilihan masing-masing tokoh.

"Kuantitas dan kualitas popularitas masing-masing tokoh berimplikasi terhadap elektabilitas mereka," ucapnya dikutip TribunJakarta.com, Jumat (8/4/2022).

Sebagai informasi, jajak pendapat diikuti oleh 1220 responden yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling.

Para responden merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Adapun survei dilakukan secara tatap muka oleh pewawancara terlatih pada periode 13 sampai 20 Maret 2022.

Hasil jajak pendapat ini memiliki Margin of Error sebesar plus minus 3,12 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved