Cerita Kriminal

Beda Pemkot Sikapi Tawuran Pelajar: Di Tangsel Siswanya Dikeluarkan, Di Tangerang Kepseknya Dipecat

Pada Bulan Ramadan marak ditemukan kasus tawuran pelajar malam hari di kawasan Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel).

Tribun Jakarta
Kolase foto Arief R Wismansyah dengan Pilar Saga Ichsan dan ilustrasi tawuran. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pada Bulan Ramadan marak ditemukan kasus tawuran pelajar malam hari di kawasan Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel).

Pemerintah Kota (Pemkot) pun memiliki caranya tersendiri dalam memberi efek jera atau sanksi terhadap pihak yang terlibat.

Namun antara Pemkot Tangerang dengan Pemkot Tangsel sangat berbeda dalam bersikap.

Ancam Pecat Kepsek

Pemerintah Kota Tangerang akan memberikan sanksi tegas kepada pejabat sekolah yang anak muridnya ketahuan ikut tawuran.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menegaskan, pihaknya akan buat kebijakan untuk pecat kepala sekolah yang siswanya kedapatan mengikuti tawuran.

"Kalau nanti ada kedapatan siswa dari sekolah negeri di Kota Tangerang yang mengikuti tawuran, bisa jadi kepala sekolahnya itu kita pecat," kata Arief dalam acara Ngopi Item yang diinisiasi Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya di TangCity Mal, Jumat (8/4/2022).

Arief mengatakan hal demikian lantaran, aksi tawuran yang langganan terjadi di Kota Tangerang belakangan ini.

"Kita merencanakan seperti itu (memecat kepala sekolah) karena kemarin ada anak-anak yang ketangkap karena tawuran dan mereka masih mengenakan baju seragam sekolah," sambungnya.

Baca juga: Tim Patroli Polda Metro Amankan 11 Pemuda Hendak Balap Liar dan Tawuran Pakai Panah di Pondok Aren

Tapi pihaknya tengah menghindari mengeluarkan siswa yang terlibat aksi tawuran.

Kata Arief, hal tersebut merupakan bagian tanggung jawab tenaga pendidik di setiap sekolah.

"Karena sesalah apapun anak-anak ini, mereka adalah masa depan bangsa. Dan karena mereka masih dalam bangku sekolah, jadi pihak sekolah lah yang harus membimbing murid-muridnya masing-masing," ujar dia.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Tangerang juga tengah melaksanakan kegiatan smart parenting di setiap sekolah di Kota Tangerang.

"Tapi kewajiban memberi pengertian kepada anak juga bukan kewajiban tenaga didik saja, tapi juga orang tua siswa," jelas wali kota.

Celurit 1 meter di Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Kamis (17/3/2022).
Celurit 1 meter di Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Kamis (17/3/2022). (Ega Alfreda/TribunJakarta.com)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved