Cerita Kriminal

Jadi Rebutan di Kasus Kasatpol PP Vs Petugas Dishub, Karir RCH Terancam Tamat

Jadi rebutan di kasus Kasatpol PP Kota Makassar dan anggota Dishub yang berujung kematian, karir wanita berinisial RCH tamat.

Editor: Elga H Putra
Net
Ilustrasi Selingkuh. Jadi rebutan di kasus Kasatpol PP Kota Makassar dan anggota Dishub yang berujung kematian, karir wanita berinisial RCH tamat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASSAR - Jadi rebutan di kasus Kasatpol PP Kota Makassar dan anggota Dishub yang berujung kematian, karir wanita berinisial RCH tamat.

Pasalnya, RCH yang disebut terlibat dalam cinta segitiga antara Kasatpol PP Kota Makassar Iqbal Asnan dan petugas Dishub Makassar, Najamuddin Sewang diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Makassar.

RCH menjabat kepala seksi di Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Mengenai status kepegawaiannya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Andi Siswanta Attas mengatakan, jika terbukti punya keterkaitan dengan kasus tersebut maka berpotensi mendapatkan sanksi.

"Semuanya berpotensi kalau memang terbukti ada keterkaitannya," ucap Andi Siswanta Attas kepada Tribun-Timur.com, Minggu (17/4/2022).

Baca juga: Mengulik Sosok RCH di Kasus Kasatpol PP: Dikabarkan Sudah Dinikahi Siri, tapi Kepincut Anak Baru

Kendati demikian, Siswanta tidak menjelaskan dengan detail terkait sanksi apa yang akan diberikan

Diketahui, ketentuan sanksi ASN terlibat kasus asusila atau perselingkuhan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 tahun 1990 Perubahan Atas PP Nomor 10 tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil.

Selain itu, sanksi juga dipertegas dalam PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Tangkapan layar video yang beredar terkait penangkapan Kasatpol PP Makassar, Iqbal Asnan, Sabtu (16/4/2022) sore.
Tangkapan layar video yang beredar terkait penangkapan Kasatpol PP Makassar, Iqbal Asnan, Sabtu (16/4/2022) sore. (TRIBUN-TIMUR.COM)

Ada berbagai sanksi yang dimaksud dalam regulasi tersebut, mulai ringan, sedang, hingga berat.

Sanksi berat bisa berujung pemecatan sebagai ASN.

Sementara untuk empat ASN lainnya yang sudah ditetapkan tersangka belum ditentukan.

Kata Siswanta, pihaknya belum menerima surat resmi dari kepolisian.

"Nanti setelah ada surat resmi baru kami tindaklanjuti sesuai aturan kepegawaian," jelasnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mengkomunikasikan hal ini dengan Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Baca juga: Habisi Anggota Dishub Gegara Cinta Segitiga, Kasatpol PP Makassar Dikabarkan Sudah Nikah Siri

Yang jelas kata dia, para tersangka akan diberhentikan sementara sebagai ASN selama dalam proses pengembangan kasus.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved