Ramadan 2022

Arif Syukur dan Kaligrafi: Ada Doa dalam Setiap Goresan Tinta

Pria kelahiran Kabanjahe, Sumatera Utara, 5 Agustus 1972 itu, sudah mentorehkan lebih dari 300 karya kaligrafi yang sebagian dipamerkan di luar negeri

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Acos Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kaligafer sekaligus Direktur Islamic Art Exhibition, Arif Syukur berfoto bersama salah satu karyanya dalam pameran kaligrafi di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara, Senin (18/4/2022).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Sosok Arif Syukur belakangan mulai dikenal sebagai salah satu kaligrafer kawakan dengan sejumlah karya yang mendunia.

Pria kelahiran Kabanjahe, Sumatera Utara, 5 Agustus 1972 itu, sudah mentorehkan lebih dari 300 karya kaligrafi yang sebagian dipamerkan di luar negeri.

Pada Ramadan 2022 ini, Arif kembali mempelopori pameran kaligrafi di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Dalam kegiatan berjudul Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional, Arif yang menjabat sebagai Direktur Islamic Art Exhibition didapuk sebagai ketua panitia.

Pameran ini diikuti 102 peserta yang berasal dari 26 negara.

Baca juga: Ramadan Runway 2022 Hadirkan Koleksi Spesial 10 Desainer Ternama

Arif sendiri memamerkan puluhan karyanya dalam Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional, 15-22 April 2022.

"Di pameran ini, saya membawa sekitar 50 karya, tapi yang dipajang 30-an karena menyesuaikan lokasi," kata Arif saat ditemui di lokasi, Jumat (15/4/2022) lalu.

Pameran tersebut merupakan bagian dari acara The Power of Quran yang dilaksanakan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta pada Ramadan 1443 H.

Kaligrafer sekaligus motivator Arif Syukur menunjukkan lukisan berupa kaligrafi wajah Sandiaga Uno dalam pameran Tunggal Virtual Seni Kaligrafi Islam Kontemporer pertama di Indonesia, Sabtu (10/10/2020).
Kaligrafer sekaligus motivator Arif Syukur menunjukkan lukisan berupa kaligrafi wajah Sandiaga Uno dalam pameran Tunggal Virtual Seni Kaligrafi Islam Kontemporer pertama di Indonesia, Sabtu (10/10/2020). (Istimewa via WartaKota)

Pameran kaligrafi itu menggunakan 3D interaktif untuk memudahkan para pengunjung. 

Pengunjung bisa melihat karya-karya sarat makna yang membentuk kalimat-kalimat agung bersumber dari Al-Qur'an maupun hadits. 

"Jadi di mana pun berada, seolah sedang berada di ruang pamer. Pengunjung bisa berpindah dari satu titik ke titik lainnya," jelas Arif.

Suka Kaligrafi sejak Kecil

Kecintaan Arif akan dunia kaligrafi sudah tertanam di hatinya sejak masih kecil.

Di usia belia, Arif pada awalnya berkeinginan menjadi Qori, alias orang yang mahir membacakan ayat Al-Qur'an.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved